Jumpa Pers Mendadak, SBY Bantah Tolak Bentuk TPF Munir
Kamis, 09 Des 2004 10:13 WIB
Jakarta - Presiden SBY menyangkal pihaknya menolak membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir seperti yang disampaikan Suciwati dkk pada Rabu kemarin. Untuk menyampaikan bantahan itu, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng menggelar jumpa pers mendadak.Jumpa pers bertempat di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara,Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2004) pukul 09.30 WIB. "Presiden tidak menolak, sewaktu-waktu tim tersebut dapat dibentuk. Presiden tidak basa-basi dalam kasus Munir," tegas Sudi Silalahi.Sudi menceritakan, subuh tadi, dia ditelepon oleh SBY yang menanyakan kapan SBY pernah berkata menolak membentuk tim investigasi untuk mendampingi tim Mabes Polri seperti yang diberitakan media massa kemarin dan hari ini.Sudi yang kebingungan, segera menelepon Suciwati. Pada janda Munir itu, Sudi menanyakan dari mana Suci mendapat informasi bahwa SBY menolak membentuk TPF Munir. Dijawab Suci, dia memperoleh dari seorang rekan. "Tidak usah diungkapkanlah rekan itu," kata Sudi.Pada Sudi, Suci juga mengaku sudah berusaha melakukan klarifikasi kepada Sudi pada Rabu kemarin. Hanya saja kebetulan pada saat itu handphone Sudi dalam kondisi tidak aktif. Belakangan diketahui, saat itu Sudi sedang rapat kerja di DPR."Bahwa saya tidak bisa dihubungi itu tidak bisa dijadikan alasan. Saya tidak sepanjang hari di DPR. Pukul 14.00 WIB sudah selesai," tegas Sudi yang sedikit tegang.Sudi menyayangkan Suci tidak berusaha keras mengontaknya atau melakukan klarifikasi ke orang dalam Istana lainnya.Seperti diberitakan kemarin, Suciwati menyatakan kekecewaanya pada SBY karena tidak setuju membentuk TPF Munir dengan alasan menunggu perkembangan penyelidikan polisi. SBY dianggap hanya memberi harapan kosong.
(nrl/)











































