Surya Paloh: Indonesia Butuh Pemimpin yang Bisa Mengelola Kekuasaan

Ketua Umum Parpol Bicara

Surya Paloh: Indonesia Butuh Pemimpin yang Bisa Mengelola Kekuasaan

- detikNews
Rabu, 19 Mar 2014 10:42 WIB
Surya Paloh: Indonesia Butuh Pemimpin yang Bisa Mengelola Kekuasaan
Jakarta - Partai NasDem tergolong partai baru yang mampu duduk di papan tengah di tangga survei. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memasang target tinggi menembus 3 besar di Pileg 2014 mendatang. Apa saja yang ditawarkan Partai NasDem ke masyarakat?

Detikcom berkesempatan mewawancarai Ketum Partai NasDem Surya Paloh melalui email pada Rabu (19/3/2014). Kepada detikcom, Surya Paloh buka-bukaan soal visi misi partainya sampai harapannya tentang pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.

Surya Paloh yang menyuarakan slogan restorasi Indonesia itu punya mimpi Indonesia ke depan dipimpin seorang yang tahu cara mengelola kekuasaan.

Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Surya Paloh, bagian pertama:

Apa visi dan misi yang diusung partai Anda untuk Pemilu 2014?

Visi NasDem adalah Indonesia yang merdeka sebagai negara bangsa, berdaulat secara ekonomi, dan bermartabat dalam budaya.

Misi NasDem adalah:

a. Membangun Politik Demokratis Berkeadilan berarti menciptakan tata ulang demokrasi yang membuka partisipasi politik rakyat dengan cara membuka akses masyarakat secara keseluruhan. Mengembangkan model pendidikan kewarganegaraan untuk memperkuat karakter bangsa, serta melakukan perubahan menuju efisiensi sistem pemilihan umum. Memantapkan reformasi birokrasi untuk menciptakan sistem pelayanan masyarakat. Melakukan reformasi hukum dengan menjadikan konstitusi UUD 1945 (Undang-Undang Dasar tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima) sebagai kontrak politik kebangsaan.

b. Menciptakan Demokrasi Ekonomi melalui tatanan demokrasi ekonomi maka tercipta partisipasi dan akses masyarakat dalam kehidupan ekonomi negara, termasuk di dalamnya distribusi ekonomi yang adil dan merata yang akan berujung pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Dalam mewujudkan cita-cita ini maka perlu untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, sistem jaminan sosial nasional, penguatan industri nasional, serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

c. Menjadikan Budaya Gotong Royong sebagai karakter bangsa. Dalam mewujudkan ini maka sistem yang menjamin terlaksananya sistem pendidikan nasional yang terstruktur dan menjamin hak memperoleh pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan yang menciptakan solidaritas dan soliditas nasional, sehingga seluruh rakyat Indonesia merasakan cita rasa sebagai sebuah bangsa dan menjadikan gotong royong sebagai amalan hidup keseharian. Kebudayaan ini akan menciptakan karakter bangsa yang bermartabat dan menopang kesiapan Negara dalam kehidupan global.

Tingkat kepercayaan publik terhadap parpol kian menurun. Apa yang parpol Anda tawarkan kepada pemilih Indonesia, terutama kalangan muda, agar mau menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2014?

NasDem sendiri menciptakan wadah berupa organisasi partai (sayap) Garda Pemuda NasDem dan Liga Mahasiswa NasDem. Selama ini pemilih pemula menjadi golput, tidak menggunakan hak mereka karena sistem politik di kita tidak memfungsikan parpol sebagai intermediary, penyambung kepentingan antara aspirasi masyarakat dengan pengambil keputusan.

Bagaimana pandangan partai Anda terhadap harapan agar parpol banyak melahirkan tokoh muda di Pemilu dan Pilpres 2014?

Partai NasDem menawarkan caleg-caleg muda yang berkualitas, yang bisa menciptakan perubahan di Indonesia untuk menjemput pemilih pemula ini. Sejauh ini dari hasil survei partai NasDem hasilnya positif, para pemilih pemula sangat suka dengan gerakan perubahan. Selain menawarkan caleg muda yang berkualitas, perlu ada kelengkapan struktur partai yang memberikan wadah untuk anak-anak muda.

Menurut parpol Anda, sosok pemimpin Indonesia seperti apa yang akan bisa menjadi pemimpin yang solutif untuk berbagai masalah bangsa ini?

Kita membutuhkan pemimpin yang otentik. Pemimpin yang tidak saja memiliki rekam jejak kepemimpinan yang jelas, akan tetapi juga visioner. Pemimpin yang tahu arah dan jalan bagaimana mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu kita membutuhkan PEMIMPIN YANG TAHU DAN BISA MENGELOLA KEKUASAAN (how to manage the power), bukan pemimpin yang sekadar tahu cara merebut kekuasaan (how to get the power). Tanpa kepemimpinan dari seseorang yang memiliki kapasitas yang demikian, akan sulit jalan menuju kemandirian bangsa.

Jika menjadi penguasa pemerintahan, lebih memilih kader sendiri atau kalangan profesional untuk mengisi jabatan eksekutif?

Tidak mendikotomikan dari mana asal seseorang tetapi kapasitas dan integritas dalam menjalankan suatu tanggung jawab. Prinsipnya bila berasal dari partai, harus diwakafkan ke publik sehingga terbebas dari politik yang primordial. Kalau dari professional, seseorang yang memiliki dedikasi dan loyalitas terhadap bangsa dan Negara.

Bagaimana parpol anda memandang rangkap jabatan di pemerintahan dan parpol? Adakah komitmen dari parpol anda bahwa kader parpol yang terpilih menjadi pejabat negara tak akan memegang jabatan penting di parpol?

Ini adalah cerminan politik yang amoral dan tidak etis. Seorang pejabat publik dan negara harus memiliki pendirian sebagai seorang negarawan, bukan politisi partai lagi. Saya suka dengan kutipan Bung Karno yang menyatakan, ketika loyalitas saya kepada bangsa dan negara bermula, maka loyalitas saya pada partai dan golongan berakhir! Ini adalah virtue yang harus kita perjuangan untuk merestorasi politik dengan membuat demarkasi tegas antara ranah privat dan ranah publik.



(van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads