Kejadian bermula saat Ibrahim nongkrong di teras depan rumahnya, sekitar pukul 20.30 Wita, Selasa (18/3). Saat kejadian, ia tengah berkumpul bersama tiga rekannya, yakni Joko, Abu dan Bahtiar. Tiba-tiba saja Ibrahim merasakan sakit di punggungnya. Saat diperiksa ternyata terdapat luka yang mengucurkan darah segar. Ibrahim langsung dilarikan keluarganya ke rumah sakit Labuang Baji.
Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiyah yang dihubungi detikcom menyebutkan, tim dokter RS Labuang Baji merujuk Ibrahim ke RS Wahidin Sudirohusodo untuk melakukan operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di punggungnya.
"Saat ini belum dioperasi, karena proyektil bersarang di sela tulang, tapi kondisi korban tidak kritis," ujar Mantasiyah.
Mantasiyah menambahkan, kasus peluru nyasar ini masih dalam penyelidikan aparat Polsek Bontoala. Hingga kini sumber peluru yang mengenai Ibrahim belum diketahui sebelum dilakukan operasi pengangkatan proyektil.
Aparat kepolisian juga sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk putri korban, Novi (14). Dari keterangan saksi diketahui tidak terdengar suara letusan sebelum kejadian.
(mna/try)











































