Kalangan PDIP Pro Jokowi (Projo) menyarankan Jokowi mundur dari posisi Gubernur DKI agar fokus pada pencapresan. Lalu isu berhembus, Jokowi memang berencana untuk mundur.
Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikonfirmasi mengenai kabar ini memberi jawaban yang malah menguatkan isu itu. Kata Ahok, saat ditanya soal pengunduran diri Jokowi, hanya menjawab dengan senyum.
Jokowi yang dikonfirmasi belum memberi jawaban pasti. Saat pertanyaan itu beberapa kali dilontarkan, pada satu kesempatan Jokowi menjawabnya dengan geleng kepala, pada kesempatan lainnya dia memberi jawaban gamang.
Berikut sinyal-sinyal Jokowi akan mengundurkan diri posisi Gubernur DKI:
|
|
1. Jawab Ahok dengan Senyuman
|
|
"Nggak harus mundur juga sih. Kemarin sih aku minta jangan mundur tapi dia nggak jawab," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (18/3) lalu.
Ahok menuturkan permintaannya itu hanya dijawab Jokowi dengan senyuman. Mantan bupati Belitung Timur itu menyarankan Jokowi tak mundur dari jabatannya selama ia masih berstatus 'calon presiden'.
Menurutnya, Jokowi sudah dikenal rakyat Indonesia sehingga tak perlu kampanye terlalu banyak. "Orang juga sudah tahu Jokowi. Ngapain kampanye lagi?," ujarnya santai.
Kalangan PDIP Projo menyarankan Jokowi mundur dari kursi gubernur DKI Jakarta. Jokowi disarankan mundur agar bisa lebih fokus pencapresan.
"Sebaiknya Jokowi mundur sebagai gubernur. Memasuki masa kampanye Pileg 2014, suhu politik meningkat terutama isu seputar Pilpres 2014," ujar Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional Relawan Pro Jokowi kepada detikcom, Selasa (18/3/2014) malam.
1. Jawab Ahok dengan Senyuman
|
|
"Nggak harus mundur juga sih. Kemarin sih aku minta jangan mundur tapi dia nggak jawab," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (18/3) lalu.
Ahok menuturkan permintaannya itu hanya dijawab Jokowi dengan senyuman. Mantan bupati Belitung Timur itu menyarankan Jokowi tak mundur dari jabatannya selama ia masih berstatus 'calon presiden'.
Menurutnya, Jokowi sudah dikenal rakyat Indonesia sehingga tak perlu kampanye terlalu banyak. "Orang juga sudah tahu Jokowi. Ngapain kampanye lagi?," ujarnya santai.
Kalangan PDIP Projo menyarankan Jokowi mundur dari kursi gubernur DKI Jakarta. Jokowi disarankan mundur agar bisa lebih fokus pencapresan.
"Sebaiknya Jokowi mundur sebagai gubernur. Memasuki masa kampanye Pileg 2014, suhu politik meningkat terutama isu seputar Pilpres 2014," ujar Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional Relawan Pro Jokowi kepada detikcom, Selasa (18/3/2014) malam.
2. Geleng-geleng Kepala Tanpa Komentar
|
|
"Hmm...," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/3) kemarin.
Saat ditanya lebih lanjut, Jokowi pun langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. "Nanti ya, ini di Balai Kota. Kalau ngomongin capres di luar Balai Kota," kata Jokowi.
2. Geleng-geleng Kepala Tanpa Komentar
|
|
"Hmm...," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/3) kemarin.
Saat ditanya lebih lanjut, Jokowi pun langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. "Nanti ya, ini di Balai Kota. Kalau ngomongin capres di luar Balai Kota," kata Jokowi.
3. Jokowi: Bisa Mundur atau Cuti Panjang
|
|
"Itu memang ada beberapa alternatif. Memang bisa mundur atau bisa cuti panjang," kata Jokowi saat ditanya soal kemungkinan mundur dari kursi Gubernur DKI.
Hal ini disampaikan Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/3) kemarin. Namun Jokowi belum akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Jokowi masih akan mengkaji aturan main Pilpres secara mendalam.
"Belum-belum. Itu akan ada kajian hukum tata negaranya," katanya.
Namun Jokowi yakin kampanye Pileg dan Pilpres tak akan menganggu kinerjanya. "Saya kan waktu dulu di Solo. Senin sampai Jumat di Solo. Kampanye Sabtu-Minggu (Pilgub DKI)," pungkasnya.
3. Jokowi: Bisa Mundur atau Cuti Panjang
|
|
"Itu memang ada beberapa alternatif. Memang bisa mundur atau bisa cuti panjang," kata Jokowi saat ditanya soal kemungkinan mundur dari kursi Gubernur DKI.
Hal ini disampaikan Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/3) kemarin. Namun Jokowi belum akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Jokowi masih akan mengkaji aturan main Pilpres secara mendalam.
"Belum-belum. Itu akan ada kajian hukum tata negaranya," katanya.
Namun Jokowi yakin kampanye Pileg dan Pilpres tak akan menganggu kinerjanya. "Saya kan waktu dulu di Solo. Senin sampai Jumat di Solo. Kampanye Sabtu-Minggu (Pilgub DKI)," pungkasnya.
Halaman 2 dari 8










































