Olah TKP Penembakan AKBP Pamudji Dilakukan Tertutup

Olah TKP Penembakan AKBP Pamudji Dilakukan Tertutup

- detikNews
Rabu, 19 Mar 2014 01:26 WIB
Olah TKP Penembakan AKBP Pamudji Dilakukan Tertutup
Jakarta - Penyidik kepolisian tengah melakukan olah TKP peristiwa penembakan yang menewaskan Kepala Detasemen Markas Polda Metro Jaya AKBP Pamudji. Pelaku penembakan Brigadir Susanto adalah anak buah Pamudji.

Olah TKP yang digelar di salah satu gedung Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (19/3/2014) dini hari, digelar tertutup. Tak ada satu pun pengunjung maupun pekerja media yang diperkenankan masuk ke dalam kompleks markas polisi se-Jabodetabek ini.

Sedikitnya ada 5 anggota Provost yang menjaga portal gerbang masuk area kompleks. Portal ini pun dikunci rapat, hanya anggota polisi yang diperkenankan masuk ke dalam.

"Mau ke mana kamu? Tidak boleh masuk," kata salah satu petugas Provost kepada pekerja media yang mencoba masuk.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto sempat menemui para pekerja media yang menunggu keterangan dari dalam di pinggir jalan. Hal ini tak seperti biasanya, karena Rikwanto berjalan kaki menuju portal.

Usai memberikan keterangannya, Rikwanto kembali masuk ke dalam kompleks dan menghilang dari pandangan. Suasana di lokasi saat ini tampak lengang dan sepi.

Informasi yang diperoleh detikcom, insiden penembakan terjadi di ruang piket Yanma Polda Metro Jaya, Selasa (18/3) pukul 21.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi Aiptu Dede Mulyani yang merupakan Komandan Regu (Danru), ia mendengar suara letusan tembakan sebanyak 2 kali.

"Saat saksi meninggalkan TKP, ia mendengar suara tembakan sebanyak dua kali," ujar seorang perwira kepada detikcom, Selasa (18/3/2014).

Usai mendengar suara tembakan tersebut, saksi kemudian melihat korban sudah tergeletak di ruang piket dengan darah bercucuran. Sebelum terdengar suara letusan senjata, ia sempat melihat korban cekcok dengan anak buahnya, Brigadir Susanto. Brigadir Susanto kemudian langsung diamankan oleh piket Provost Iptu Amrizal.



(vid/rvk)


Berita Terkait