Sukses Ujicoba, RI-Belanda Kerjasama Membangun dengan Alam

Laporan dari Den Haag

Sukses Ujicoba, RI-Belanda Kerjasama Membangun dengan Alam

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 23:52 WIB
Sukses Ujicoba, RI-Belanda Kerjasama Membangun dengan Alam
Den Haag - Setelah berhasil ujicoba pemulihan pesisir, RI-Belanda kini bekerjasama untuk penerapan konsep "Membangun dengan Alam" untuk pengendalian banjir.

Delegasi Tingkat Tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI saat ini tengah berada di Belanda untuk melakukan kunjungan kerja selama lima hari (17-21 Maret 2014).

Delegasi yang terdiri dari Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Kepulauan Kecil Dr. Sudirman Saad, M.Hum, penasehat Menteri Ukay Karyadi serta lima direksi akan saling bertukar pandangan dengan para ahli pesisir dan muara di Belanda.

"Delegasi akan menjajagi bagaimana Belanda menerapkan teknik Membangun dengan Alam yakni konsep mengintegrasikan infrastruktur, alam, dan masyarakat untuk pengendalian banjir," demikian Susanna Tol dari Westlands Internasional kepada detikcom, Selasa (18/3/2014).

Menurut Susanna, selain aspek teknik, aspek manajemen juga akan menjadi bahasan penting selama pertemuan.

Di Belanda konsep Membangun dengan Alam itu antara lain telah diterapkan di kwelder (kawasan yang sering tergenang air laut, red) di Waddenzee, proyek Ruang untuk Sungai

Selain itu juga proyek zandmotor di Kijkduin yakni semenanjung buatan dari gunungan pasir yang secara alamiah membentuk ekosistem dan menjadi pertahanan pesisir sekaligus jadi tempat eko-rekreasi.

"Proyek-proyek tersebut akan dikunjungi selama kunjungan kerja delegasi tinggi dari Indonesia tersebut," imbuh Susanna.

Dikatakan bahwa contoh-contoh di Belanda itu juga menawarkan peluang bagi negara lain untuk keamanan ekonomi berkelanjutan.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bersama Wetlands International dan Deltares telah memulai proyek ujicoba untuk memulihkan hutan bakau di pesisir Jawa.

Proyek ini dinilai sangat berhasil dan menunjukkan bahwa hal ini jelas dapat menjadi salah satu solusi untuk pemulihan pesisir Indonesia.

Banjir

Indonesia semakin sering menghadapi banjir, seperti kawasan sepanjang pesisir utara Jawa (pantura). Di kawasan ini keselamatan jutaan warga menjadi taruhan.

Untuk pertahanan pesisirnya, Indonesia mencari solusi bukan hanya untuk tanggul-tanggul tradisionalnya, tetapi juga solusi alamiah berkelanjutan.

"Untuk itu penting sekali agar melibatkan pemerintah dan warga setempat dalam perencanaan," terang Susanna.

Disebutkan bahwa berbagai daerah di Indonesia juga telah lama menderita abrasi yang parah akibat pemanfaatan yang kurang dipikir matang, seperti pemusnahan kawasan hutan bakau misalnya untuk tambak, di samping itu juga karena gelombang tinggi dan naiknya permukaan air laut.

Abrasi berlangsung cepat mencapai puluhan meter per tahun dan dalam kasus-kasus ekstrim kadang sampai 100 meter per tahun.

"Hal itu menyebabkan konsekuensi berat bagi keamanan pesisir, ekosistem dan perikanan, yang juga sekaligus merupakan sumber penghasilan," pungkas Susanna.
(es/es)


Berita Terkait