Deviardi menjadi orang kepercayaan Rudi. Dalam pengakuannya, Deviardi berulang kali bertugas untuk menerima uang dari sejumlah pihak atas nama Rudi.
Namun saat menjadi saksi, Deviardi diserang habis Rudi. Dia berkilah tidak pernah memberi mandat agar Deviardi menjadi penerima uang.
"Apakah ada bukti saya memerintahkan Anda?" tanya Rudi di ruang sidang, Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/3/2014).
"Tidak ada pak," jawab Deviardi.
Deviardi tak mungkin bisa menghadirkan bukti itu. Pasalnya, Rudi memberikan perintah secara lisan.
Deviardi rupanya kesal diserang terus. Terlebih saat Rudi mengingatkan pernah memberi pesan agar Deviardi jangan pernah meminta atau memeras orang terkait kedekatan dengan dirinya.
"Pernah Pak. Jangan pernah minta, tapi kata Bapak kalau orang itu ngasih, ya terima," ucap Deviardi yang disambut gelak tawa pengunjung sidang.
(mok/vid)











































