"Masing-masing partai punya target. Kita realistis, tidak mungkin sampai 20%. Jadi kita akan galang kerja sama dengan partai lain," kata Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2014).
Salah satu partai yang memungkinkan untuk diajak berkoalisi adalah PDIP. Lukman mengungkapkan bahwa kebersamaan PDIP dan PPP pada zaman Megawati-Hamzah Haz berduet di kursi presiden dan wakil presiden bisa terulang.
"Dengan PDIP, tidak ada masalah prinsipil. Sejak orde baru, PDIP dan PPP senasib sepenanggungan. Ketika itu kan Bu mega bersama Pak Hamzah Haz. Jadi itu bukan sesuatu yang baru," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini.
Lukman menuturkan bahwa ada beberapa pertimbangan dari PPP dalam berkoalisi. Yang pertama adalah kesamaan visi, cita-cita, dan harapan terhadap perkembangan bangsa. Kemudian program-programnya ke arah mana bangsa akan dibawa.
"Baru pada figurnya. Siapa yang punya potensi bersama-sama memimpin impian itu," ujarnya.
(trq/trq)











































