Ini Alasan 69% Warga DKI Setuju Jokowi Nyapres

Ini Alasan 69% Warga DKI Setuju Jokowi Nyapres

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 17:11 WIB
Ini Alasan 69% Warga DKI Setuju Jokowi Nyapres
Jakarta - Survei yang dilakukan Indikator Politik pimpinan Burhanuddin Muhtadi menunjukkan 69% warga DKI mendukung pencapresan Jokowi. Apa alasannya?

"Kemampuan Jokowi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta tidak hanya mengesankan warga di Jakarta sendiri, tapi juga warga nasional secara umum," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, di kantornya Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2014).

Menurut Burhan, beberapa program kebijakan Pemprov DKI seperti KJS, KJP, dinilai positif. Sehingga membuat mayoritas rakyat Indonesia juga tak masalah Jokowi nyapres.

"Dukungan terhadap Jokowi mencapreskan diri karena sebagian besar mereka menilai persoalan yang dihadapi Jakarta bersinggungan dengan pemerintah pusat. Jadi argumen etis yang dipersoalkan sebagian elit jika Jokowi maju sebagai capres tidak "dibeli" oleh warga baik di Jakarta maupun nasional," tegasnya.

Banyak pihak bersuara miring soal pencapresan Gubernur DKI Jokowi. Namun faktanya, survei menunjukkan mayoritas warga DKI setuju pencapresan Jokowi.

Survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator Politik pimpinan Burhanuddin Muhtadi menunjukkan bahwa 69% warga DKI mendukung pencapresan Jokowi. Bahkan di tingkat nasional masyarakat yang setuju dengan pencapresan Jokowi mencapai 76%.

Survei ini dilakukan Indikator Politik bekerjasama dengan Rumah Kebangsaan. Survei digelar dalam kurun waktu 18 Januari - 2 Februari 2014. Survei ini menggunakan 1.720 sampel dengan margin of error Β± 2,4% pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk kebutuhan analisis, dilakukan oversample di DKI Jakarta sebanyak 330 responden, total sampel secara keseluruhan 2.050 responden.

Berikut tingkat persetujuan warga nasional dan DKI soal pencapresan Jokowi:

Setujukah anda Jokowi jadi calon presiden?

Tingkat nasional

Sangat setuju: 40%
Cukup setuju: 36%
Kurang setuju: 10%
Tidak setuju: 5%
Todal tahu: 9%

DKI Jakarta

Sangat setuju: 33%
Cukup setuju: 36%
Kurang setuju: 17%
Tidak setuju: 10%
Tidak tahu: 4%

(van/try)


Berita Terkait