Pembongaran Pasar Tanah Abang
P3TA Minta DPRD Bentuk Tim Khusus
Kamis, 09 Des 2004 09:03 WIB
Jakarta - Persatuan Pedagang Pasar Tanah Abang (P3TA) mendesak DPRD DKI segera membentuk tim khusus membahas pembongkaran blok B, C, D, dan E Pasar Tanah Abang. Mereka menyesalkan sikap PD Pasar Jaya yang memberikan wewenang untuk menutup akses konsumen ke tempat mereka berdagang.Hal ini disampaikan kuasa hukum P3TA Juniver Girsang saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (9/12/2004) pagi."Mereka berharap janji DPRD membentuk tim khusus membahas pasar Tanah Abang direalisasikan, bukan hanya wacana politik saja tapi ada action plannya. Dari kunjungan yang sudah dilakukan, saat ini belum ada tindaklanjutnya," kata Juniver.P3TA, menurutnya menyesalkan sikap PD Pasar Jaya yang menutup akses konsumen ke blok B, C, D, dan E Pasar Tanah Abang. "Kita melihat walaupun sudah dihimbau oleh DPRD untuk tidak melakukan kegiatan karena akan dibentuk tim khusus penanganan Tanah Abang, PD Pasar Jaya mengabaikan itu. Mereka tetap melakukan tindakan provokasi yang mencoba menghalangi orang-orang masuk dengan melakukan aktivitas pembongkaran," tegasnya.Untuk itu, Juniver menuturkan, pihaknya sudah membuat laporan di Polsek Tanah Abang. "Kami sudah melaporkan orang-orang yang melakukan pengrusakan jalan dan fasilitas umum di depan Blok B, C, D, dan E yang menutup akses keluar masuk pedagang dan konsumen," jelas Juniver."Kemarin sudah diperiksa beberapa pihak yang melakukan pengrusakan, ternyata mereka diberi wewenang oleh PD Pasar Jaya. Pihak mereka membuat sikap tidak terpuji untuk menghalangi orang masuk, sehingga ada kesan bangunan itu tidak kondusif untuk belanja," tukasnya.Lebih lanjut lagi Juniver mengatakan yang dibutuhkan oleh para pedagang adalah kepastian. "Saya mengimbau pemerintah DKI sosialisasikan rencana itu secara baik dan benar. Kalau pembongkaran itu untuk kepentingan pedagang, saya kira tidak masalah asal kelangsungan mereka berdagang disitu diperhatikan. Jangan ada kesan pedagang ini belum diberikan kepastian bagaimana kelanjutan mereka berdagang," demikian Juniver.
(dit/)











































