"Ya kita masih kampanye, meskipun masih ada kampanye dengan cara pengumpulan massa. Kemudian Jakarta jadi macet, mengganggu orang lain," kata Jokowi di rumah makan Rindang Alam, Ceger, Jakarta Timur, Selasa (18/3/2014).
Jokowi mengatakan banyak pelajaran yang bisa diambil dari sejarah bangsa. Kampanye ke museum juga merupakan bagian dari pendidikan politik.
"Kalau kampanye dari museum-museum kan jadi sebuah patriot trail. Jadi mengikuti jejak-jejak sejarah. Dan yang kemarin yang kita ikuti jejak-jejak kebangkitan nasional, mulai dari Museum Boedi Utomo, Kongres Pemuda, naik lagi ke Monumen Pancasila, kemudian naik lagi ke naskah proklamasi," papar Jokowi.
"Semuanya kalau itu diikuti akan menjadi sebuah pembelajaran yang kita sering lupa bahwa negara ini negara besar yang punya sejarah jelas, dan itu diperjuangkan. Itu yang saya kira jadi sebuah alat kampanye yang mendidik," imbuhnya.
(trq/van)











































