Irjen Pol Putut Mengaku Pernah Diintervensi Saat Jabat Kapolda Metro

Irjen Pol Putut Mengaku Pernah Diintervensi Saat Jabat Kapolda Metro

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 15:55 WIB
Irjen Pol Putut Mengaku Pernah Diintervensi Saat Jabat Kapolda Metro
Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya merupakan jabatan strategis dan sarat kepentingan politis. Banyaknya kepentingan kasus dan lainnya, baik dari internal maupun eksternal, sering kali mengintervensi pucuk pimpinan 'Metro 1'. Hal ini diakui Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

"Ada, tapi saya tidak mau diintervensi dari pihak lain dan tidak saya anggap intervensi seperti itu," tegas Putut.

Hal ini diungkapkan Putut kepada wartawan, di sela-sela penyambutan Irjen Pol Dwi Prayitno sebagai Kapolda Metro Jaya, di Aula Utama Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (17/3/2014).

Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ini menyatakan, akan meneruskan prinsipnya selama menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia, tidak terkecuali nanti ketika ia duduk sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

"Akan saya teruskan sampai kapan pun," tegas Putut.

Sementara itu, ia memberikan sambutan hangat kepada Dwi yang menggantikan posisinya di Polda Metro Jaya.

"Selamat datang kepada Pak Dwi," imbuh dia.

Selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Putut memiliki banyak kesan tersendiri. Terutama, bagi anggota-anggotanya hingga pejabat utama, Putut tidak lupa menyampaikan ucapan terimakasihnya yang telah membantunya menyelesaikan tugas-tugasnya selama menjadi pimpinan teratas di Polda Metro Jaya.

"Kesannya sangat positif sekali, didukung para pejabat di Polda Metro dan juga para Kapolres dan juga anggota di lapangan, semuanya telah melaksanakan tugas dengan baik, punya dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Dan saya merasa sangat terbantu oleh para pejabat utama maupun para anggota di lapangan," pungkasnya.

(mei/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads