Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi menyesalkan lembaga survei yang tidak kredibel. Lembaga yang seperti itu ia menyebutnya sebagai lembaga survei cabe-cabean.
"Sayangnya banyak yang lembaga survei cabe-cabean, baru 30 persen (hasilnya) sudah dirilis, itu belum proporsional," kata Burhanuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (18/03/2014).
Merasa kesal dengan lembaga survei yang seperti itu, Burhanuddin tak segan-segan menyebut hasil survei bak keranjang sampah.
"Belakangan, survei ini seperti keranjang sampah, yang benar dan yang salah keluar semua, tidak ada filternya," ujar dia menegaskan.
Burhanuddin, yang juga Direktur Komunikasi Publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini meminta peran aktif media massa untuk memilih dan menyaring hasil lembaga survei.
"Kami minta bantuan ke media, kalau ada survei yang aneh-aneh sebaiknya tidak diberitakan karena memperburuk citra survei. Sebab kalau mau survei harus ada izinnya," kata Burhanuddin.
Dia mengaku tak bisa melakukan audit terhadap lembaga survei yang bukan anggota asosiasi lembaga survei. "Makanya saya harap (peran) media ya," ujar Burhanuddin tanpa menyebut lembaga-lembaga survei yang dimaksudnya itu.
Pada kesempatan yang sama, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menggagas kemungkinan dibuatnya survei ke masyarakat tentang lembaga survei mana yang dipercaya oleh masyarakat.
(brn/erd)











































