Kapolda Metro Irjen Dwi Priyatno: Polisi Harus Ada di Tengah Masyarakat

Kapolda Metro Irjen Dwi Priyatno: Polisi Harus Ada di Tengah Masyarakat

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 15:01 WIB
Kapolda Metro Irjen Dwi Priyatno: Polisi Harus Ada di Tengah Masyarakat
Jakarta - Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno resmi menjabat Kapolda Metro Jaya. Sebagai pimpinan utama, Dwi akan menginstruksikan seluruh anggotanya agar selalu berada di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai kota metropolitan, kata Dwi, Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda dengan Polda-Polda lain. Dia tidak memungkiri, segala macam bentuk kejahatan terjadi di Jakarta.

"Kemarin saya mendapat informasi melalui masing-masing kesatuan, ada beberapa kasus menjadi perhatian seperti kejahatan konvensional, seperti narkoba dan lain-lain perlu mendapat perhatian. Jadi tergelarnya polisi di tengah-tengah masyarakat, we must be there," jelas mantan Kapolda Jawa Tengah itu kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Dwi menegaskan, kehadiran anggota polisi di tengah masyarakat tidak hanya petugas bersegaram, tetapi petugas yang berpakaian preman pun harus selalu siaga di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat merasa aman.

"Baik yang (polisi) uniform maupun ununiform, kita harus ada di tengah-tengah masyarakat," tegas Dwi.

Tidak hanya masalah keamanan, polisi pun harus ada di tengah-tengah masyarakat dalam mengatur lalu lintas. Dalam keadaan lalu lintas macet, polisi harus selalu hadir.

"Paling tidak polisi harus ada di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat tidak dongkol, tidak marah, memang situasinya seperti itu (macet)," ujar pria yang lahir di Purbalingga ini.

Soal kemacetan di Jakarta, diakui Dwi merupakan permasalahan klasik yang tidak pernah ada habisnya. Permasalahan kemacetan itu, lanjut Akpol angkatan 1982 itu, merupakan permasalahan yang harus diselesaikan bersama-sama instansi terkait.

"Kalau kita bicara kemacetan lalu lintas itu komprehensif, orang bilang never ended problem. Polisi tidak bisa bekerja sendiri karena itu ada stake holder minimun 14 stakeholder, paling tidak itu kita kaji," pungkasnya.

Dwi Priyatno lahir pada 12 November 1959. Lulus dari Akpol dia langsung menjabat sebagai Dansek 853-11 Losarang Kores 853 Indramayu, Jawa Barat. Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Kapolsektif Jatibarang, Polres Indramayu, Polda Jabar.

Tahun 1994, Dwi pernah menjabat sebagai Wakapolres Ponorogo, Polda Jawa Timur. Setahun kemudian, dia dipindah ke Polres Sidoarjo sebagai Wakil Kepala Polres.

Dwi mendapatkan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) pada 1 Oktober 1998 dan saat itu menjabat sebagai Sesdit Lantas Polda Kalimantan Tengah. Tahun 2001, ia kemudian diangkat sebagai Wakapolwiltabes Surabaya.

Pangkat melati 3 atau Komisaris Besar ia peroleh pada 1 Juli 2003. Karirnya kemudian terus memuncak hingga mendapatkan bintang satu (Brigjen) pada 24 Juni 2010, hingga 4 bulan setelah mendapatkan pangkat jenderal itu dia diangkat sebagai Direktur Sabhara Baharkam Polri.

Puncak karirnya diperoleh ketika mendapatkan pangkat Inspektur Jenderal tahun 2012, hingga selang 6 bulan kemudian diangkat sebagai Kapolda Jawa Tengah.

Dwi telah menerima 8 tanda jasa seperti Satya Lencana Bhayangkara Nararaya, Satya Lencana Dwi Sistha, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun dan 24 tahun serta Satya Lencana Santy Dharma dan Satya Lencana UN Mission.

(mei/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads