Telepon Umum, Dulu Diantre Kini Jadi Lapak

Telepon Umum, Dulu Diantre Kini Jadi Lapak

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2014 11:40 WIB
Telepon Umum, Dulu Diantre Kini Jadi Lapak
Telepon umum di Semanggi jadi lapak jualan Foto: Riki/pasangmata.com
Jakarta - Telepon umum menjadi alat komunikasi yang selalu diantre sebelum terjadi booming ponsel. Seiring perkembangan zaman, telepon umum kini sepi penggemar, bahkan berubah fungsi menjadi tempat berdagang.

Misalnya yang terlihat di Semanggi, Jakarta, bilik telepon umum ini berubah menjadi lapak dagangan. Sekilas masih terlihat 3 buah telepon dengan gagangnya yang hilang. Di bawahnya tersusun rapi cd dan dvd film bajakan. Seorang laki-laki merapikan dvd dagangannya. Hal serupa juga tampak di daerah Bendungan Hilir (Benhil).

Nasib miris juga tampak di Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat. Telepon umum yang didominasi warna biru itu sudah penuh coretan, gagang dan tombol telepon juga sudah menghilang. Bahkan penutupnya yang terbuat dari plastik justru menjadi sasaran empuk bagi para caleg untuk menempelkan poster kampanye.

Tak jauh berbeda dengan telepon umum yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur. Tiga telepon berjajar, kanan-kirinya dibatasi tembok. Namun sayang, ketiga telepon tersebut rusak tak berfungsi. Gagang telepon hilang dan tembok penuh dengan coretan.

Telepon umum di dekat Polres Jakarta Pusat bahkan hanya terlihat tiang telepon dengan atap birunya yang kusam dan kotor. Empat unit telepon yang seharusnya tertempel di tembok malah justru tak terlihat. Tiang telepon tersebut malah mengganggu jalan dan tidak lagi berfungsi seharusnya.

Di utara Indonesia, tepatnya di Tomohon, Sulawesi Utara, telepon umum lebih menyedihkan. Tiang penyangga dan 'rumah'-nya rubuh, tulisan Telkom juga sudah pudar dan kotor. Namun sayang, telepon belum diperbaiki dan dibiarkan saja hingga menghalangi para pejalan kaki.

Telepon umum memang tinggal kenangan. Mayoritas masyarakat memilih untuk menggunakan handphone yang lebih canggih dan praktis. Akankah telepon umum ini bisa bertahan di era serba mobile ini?

(slm/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads