Sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (18/3/2014), di halaman Balaikota DKI, tiba-tiba muncul empat orang yang mengaku dari HMI Jakarta Raya. Kehadiran mereka tidak mencolok seperti demonstran pada umumnya. Namun, salah seorang dari mereka langsungberteriak meminta agar Jokowi bertanggung jawab atas permasalahan bus TransJ yang berkarat.
"Kita tuntut Jokowi agar tidak lari dan bertanggung jawab atas kasus TransJ dan BKTB yang berkarat," ujar Ketua HMI Jakarta Arif Wicaksana yang tampak mengenakan atribut HMI.
Sontak kehadiran mereka mengejutkan para awak media dan Pamdal. Mereka kemudian diminta untuk berorasi di luar gedung. Namun para demonstran ini ngotot bertahan.
"Kami hanya ingin menyuarakan suara rakyat. Kami tidak akan anarkis, ini aksi damai. Kami akan tetap meminta Jokowi untuk bertanggung jawab," ujar Arif.
Keempat orang itu kemudian dikawal ke luar pagar oleh beberapa orang Pamdal dan polisi. Setiba di depan gerbang, ternyata ada empat orang lagi yang berdemo di depan teras Balaikota. Namun, keempat orang ini langsung dikawal ke luar gerbang.
"Tolong, kalau mau unjuk rasa, di depan gedung, jangan di dalam gedung," kata salah seorang Pamdal.
Delapan orang ini kemudian melanjutkan aksinya di luar gedung Balaikota. Tidak ada pengawalan ketat petugas dalam aksi ini. Hanya sekitar 10 menit, massa ini pun membubarkan diri.
(ray/ahy)











































