Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menanggapi dengan santai tudingan bahwa blusukannya disebut bermuatan kampanye. Justru, ia menegaskan akan tetap melakukan blusukan seperti biasanya.
"Ga apa - apa (blusukan dianggap kampanye). Besok kita ke lapangan. Ya gimana? persoalan kita begini banyak," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Senin (17/3)
Saat ditanya mengenai potensi kecurangan pada pemilihan legislatif yang akan digelar pada 9 April Mendatang, Jokowi menghimbau agar pesta demokrasi dilakukan secara 'fair' dan jujur.
"Kita hanya ajak, pesta demokrasi dilakukan dengan fair, jujur, memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat," ujarnya.
(idh/rvk)











































