Prabowo: Bahaya Jika Pemimpin Indonesia Mencla-mencle

Prabowo: Bahaya Jika Pemimpin Indonesia Mencla-mencle

- detikNews
Senin, 17 Mar 2014 16:15 WIB
Prabowo: Bahaya Jika Pemimpin Indonesia Mencla-mencle
Jakarta - Penetapan Jokowi jadi capres PDIP membuat capres Gerindra Prabowo Subianto kecewa. Penyebabnya, Prabowo menganggap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkhianati perjanjian Batu Tulis. Sehingga wajar saja Prabowo terus melempar sindiran tajam terhadap pencapresan Jokowi.

Setelah menyindir Jokowi lewat penegasan bahwa Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal menyelesaikan tugas 5 tahun di DKI dan pemimpin boneka, hari ini Prabowo kembali melempar sindiran tajam. Tak hanya untuk Jokowi, Prabowo juga melempar sindiran soal konsistensi Mega sebagai Ketum PDIP.

"Sabda pandhita ratu, tan kena wola wali. Berbudi bawa laksana. Berbahaya, jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Gunakan hak pilih saudara," demikian tweet Prabowo pada pukul 12.00 WIB, Senin (17/3/2014).

Jika diartikan, ungkapan 'sabda pandhita ratu, tan kena wola wali' artinya adalah 'ucapan seorang pemimpin sekali ucap tidak boleh berubah-ubah'. Sedangkan 'berbudi bawa laksana' artinya mempunyai sifat teguh memegang janji setia pada janji.

Dua hal yang disampaikan Prabowo adalah ungkapan luhur dari orang Jawa. Dua wejangan itu biasa diberikan untuk mengingatkan orang lain akan pentingnya keteguhan kepada komitmen. Teguh dan setia dengan apa yang telah dipilih, setia dengan apa yang diucapkan, dan dijanjikan pantang mencabut kembali pilihan, seberapa pun berat risiko yang harus ditanggung oleh pilihan itu.

Sedangkan dua kalimat berikutnya jelas diarahkan kepada siapa. Saat ditanya soal pencapresan Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (16/3/2014), kemarin, Prabowo juga sudah menyindir langsung Jokowi.

"Kita berharap pada kebersihan kejujuran, dan akhlak pemimpin yang selalu pegang teguh janji. Ucapannya bisa dipegang. Jangan bicara A tapi tidak dilaksanakan. Saya kira berbahaya jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Satu hari bilang A lalu bilang B, jam 2 tahu lalu jam 3 tempe," ujar Prabowo.





(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads