"Sekarang tuh masih susah aspek Bussiness-to-Government (B2G). Kalau Bussiness-to-Bussiness (B2B) kan lebih enak dan mudah. Makanya biar enak, MRT nanti isi orang-orang di PT Transportasi Jakarta dari orang PT KAI. Jadi kita harapkan nanti KRL dan bus bisa nyambung," kata Ahok di kantornya, Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2014).
Ahok memperkirakan tiga tahun lagi semua jenis transportasi di Jakarta sudah dapat terintegrasi. Dengan demikian, nantinya antara MRT, Commuter Line dan bus hanya satu jalur dan pembayaran tiketnya cukup dengan satu kali saja.
"Yang jelas kita tunggu MRT selesai dulu. Kita perkirakan nggak sampai 3 tahun sudah terintegerasi tiketnya. Kita juga malah mau kopaja dan angkot nggak perlu pakai bayar lagi, nggak nyetor. Kita pengennya per kilo meter dia jalan," ujar Ahok.
(aan/aan)










































