Jokowi Calon Presiden, Golput Diprediksi Berkurang

Jokowi Calon Presiden, Golput Diprediksi Berkurang

- detikNews
Senin, 17 Mar 2014 10:19 WIB
Jokowi Calon Presiden, Golput Diprediksi Berkurang
Joko Widodo. (Ilustrasi-Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Pesta demokrasi pemilihan umum legislatif pada 9 April 2014 sudah di depan mata. Salah satu yang jadi bahan pertanyaan adalah soal partisipasi masyarakat dalam pemilihan. Berkaca pada pengalaman periode lalu, jumlah pemilih yang tidak memberikan suaranya alias golongan putih (Golput) ternyata cukup tinggi mencapai 30 persen.

Dalam pemilu kali ini, para pengamat memperkirakan angka golput akan berkurang. Salah satu penyebabnya yakni karena disahkannya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.

"Dengan diumumkannya Jokowi sebagai Capres itu akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu baik pileg maupun pemilu presiden,” kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris ketika dihubungi detikcom, Ahad (16/03/2014).

Senada, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago juga menyatakan Jokowi effect cukup membantu mendongkrak partisipasi publik. Angka golput juga diprediksi bakal berkurang cukup lumayan.

"Faktor Jokowi ini menyumbang tingkat partisipasi publik sekitar 5 persen,” kata Andrinof kepada detikcom, Ahad (16/03/2014). Jadi, Andrinof meneruskan, partisipasi masyarakat dalam pemilihan legislatif ini diperkiraan akan lebih tinggi dari 2009 yakni sekitar 70-75 persen.

Dari hasil pengamatan, Andrinof menilai pemilu kali ini akan lebih baik dibanding periode sebelumnya. Selain karena efek pencalonan Jokowi yang memang banyak diharapkan publik, ada beberapa faktor yang mendorong berkurangnya angka golput.

"Antara lain partai politik yang dianggap sudah lebih bergairah serta sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu, KPU serta dukungan media," ujarnya menjelaskan.







(ros/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads