Korban bernama Valent Tumbage (7), mengalami luka robek di bagian kepala, setelah sempat terseret sekitar 10 meter oleh pikap Grand Max berwarna putih bernopol DB 8079 AN yang melaju dari arah Bengkol menuju Tuminting.
Saksi mata, Ina (40-an) mengatakan sebelum tabrakan terjadi, sempat melihat korban sedang bermain, 5 meter jauhnya dari bahu jalan, tepat di tikungan eks Waserda KUD Citra, sekitar pukul 19.00 WITA.
"Saya hanya dengar suara bukk!!! Lalu saya cari asal suara, ternyata ada mobil yang sudah terhenti di pohon mangga," terang Ina, di lokasi kejadian.
Kagetnya lagi, korban sudah tergeletak tak jauh dari mobil yang terhenti. Saat itu, warga mulai berdatangan dan memberikan pertolongan kepada korban.
"Valent langsung dilarikan ke rumah sakit Sitti Maryam, tapi kelihatannya sudah meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Ina lagi.
Sementara pengendara mobil, RM alias Rustam (48) warga Kelurahan Malalayang Satu Lingkungan I Kecamatan Malalayang, sempat dikeroyok warga sebelum diamankan anggota Polsek Mapanget. Dari mulutnya tercium bau minuman keras.
Diduga, pengendara mobil kehilangan kendali karena mabuk, sehingga tidak menikung dan lurus masuk ke pekarangan rumah warga.
Diamankannya sopir pikap, memancing kemarahan warga. Mereka beramai-ramai mendorong mobil menjauhi TKP, lalu membakarnya. Satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan oleh 1 mobil pemadam kebakaran (damkar) Pemkot Manado.
Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto mengatakan pelaku sempat diamankan ke mapolsek terdekat, namun langsung dibawa ke Mapolresta Manado. "Kami bawa untuk menghindari amuk massa," ujar Kolondam saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2014) malam.
Sopir di sebuah toko bahan bangunan di kecamatan Wanea ini, kini sedang menjalani pemeriksaan intensif. "Kami masih memintai keterangannya bagaimana kecelakaan itu terjadi, lalu memprosesnya," tandasnya.
(gah/jor)











































