Kota Ternate, Antara Taman Apik dan Angkot yang Berisik

Kota Ternate, Antara Taman Apik dan Angkot yang Berisik

- detikNews
Minggu, 16 Mar 2014 18:24 WIB
Kota Ternate, Antara Taman Apik dan Angkot yang Berisik
Ternate - Kota Ternate ternyata memperhatikan ruang terbuka hijau bagi warganya. Tak hanya itu daya tariknya. Ada juga angkot full music yang berseliweran sambil berebut penumpang.

Detikcom, atas undangan Bank Indonesia, berkesempatan berkeliling Kota Ternate, Maluku Utara, dari Jumat-Minggu (14-16/3/2014).

Setidaknya, ada dua taman kota apik di kota yang dipimpin Wali Kota Burhan Abdurahman itu yang letaknya tidak berjauhan. Dua taman kota itu adalah Taman Nukila dan taman Pantai Falajawa. Keduanya menghadap ke laut.

Setiap sore, tampak warga Ternate nongkrong di taman-taman itu, sambil menikmati angin laut yang bertiup sepoi-sepoi. Mereka memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan

Di Taman Nukila misalnya, selain ada boulevard yang menghadap ke laut, juga ada playground alias taman bermain untuk anak-anak. Kemudian ada juga fasilitas jalan kerikil untuk refleksi serta bangku-bangku taman. Tempat sampah juga tersedia di mana-mana.

Begitu pula di Pantai Falajawa, banyak warga yang sekedar nongkrong sambil ngobrol, melihat laut lepas dan kapal boat kecil bersandar. Memang ada dermaga kecil di dekat taman Pantai Falajawa itu. Pengunjung yang datang ke kedua taman itu rata-rata remaja dan keluarga.

Sambil nongkrong, jangan kaget bila ada jedag-jedug suara musik yang berjalan. Kadang terdengar suara musik masa kini seperti lagu-lagu band Geisha dan Noah, terkadang ada musik penyanyi lawas Nia Daniati sampai Nike Ardila, sampai lagu-lagu nasyid dan rohani.

Musik itu memang berasal dari angkutan kota seperti mikrolet yang berwarna biru. Para sopir angkot menyetel lagu kencang-kencang dari pengeras suara hingga terdengar heboh di jalanan. Rupanya, musik itu salah satu cara untuk menarik penumpang. Raymond, salah satu warga Ternate yang memandu detikcom dan wartawan lain membenarkan.

"Mereka nyari penumpang pakai musik, jadi naik sesuai selera musiknya to," kata Raymond.

Armada angkotnya juga cukup terawat. Ongkos jauh dekat bila naik angkot sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu.

Bila tak sabaran dan ingin cepat sampai ke mana-mana, cegatlah ojek. "Pakai ojek ke mana-mana Rp 5 ribu. Rata-rata orang sini lebih suka naik ojek. Angkot kan jalannya pelan," tuturnya.

Nah, mau naik ojek atau naik angkot yang musiknya sesuai selera Anda?

(nwk/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads