Tak Hanya di Survei, Jokowi juga 'Memimpin' di Twitter

Tak Hanya di Survei, Jokowi juga 'Memimpin' di Twitter

- detikNews
Minggu, 16 Mar 2014 15:31 WIB
Tak Hanya di Survei, Jokowi juga Memimpin di Twitter
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo
Jakarta - Dunia maya tak luput dari media yang digunakan sebagai bahan riset untuk meramaikan survei pemilu 2014. Seperti yang dilakukan Reading Indonesia Project (Ripro), kelompok ini terdiri dari Universitas Paramadina dan lembaga pemantau media Awesometrics.

Hasilnya, nama Joko Widodo (Jokowi) ramai 'dikicaukan' di Twitter. "Alasan pemilihan Twitter karena orisinalitasnya, spontan, mengurangi redudance, outlet media, dan ekspresi dari kesadaran kolektif," kata peneliti Ripro Koesworo Setiawan.

Koesworo menyampaikan hal ini dalam jumpa pers bertajuk 'Pemilu Presiden, Karnaval Simbol Demokrasi? Rekaman Celoteh Publik Terkait Capres 2014', yang digelar di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (16/3/2014). Melalui proses pemantauan dan pemilihan yang dilakukan sejak 1 Januari 2014 hingga 15 Februari 2014, terkumpul 1,42 juta kicauan terkait para capres.

"Jadi perbincangan terkait Jokowi ada 1,26 juta mention, lalu di posisi kedua ada Dahlan Iskan 400 ribu mention, di belakangnya ada 21 nama tokoh dalam pencapresan,"kata Koesworo.

Posisi lima besar nama kandidat capres yang meramaikan Twitter adalah Jokowi, Dahlan Iskan, Marzuki Alie, Gita Wirjawan, dan Megawati Soekarnoputri. "Jokowi itu 54 persen dari 1,42 juta kicauan," kata Koesworo.

Ripro juga melakukan pemantauan kicauan terkait para peserta konvensi Partai Demokrat karena sistem penentuan capresnya yang berbeda. Posisi pertama ada Dahlan Iskan yang paling banyak di-mention, lalu diikuti oleh Gita Wirjawan, Anies Baswedan, dan Dino Pati Djallal.

"Kami melihat isu yang paling besar di antara sekian capres top. Levelnya itu Jokowi dan Marzuki Alie, sementara paling kecil Gita Wirjawan," imbuh Koesworo.

Metode yang digunakan yaitu mengumpulkan kicauan terkait nama-nama capres dan kandidat capres sehingga terkumpul 2,6 juta celoteh. Lalu Ripro memilahnya menggunakan kata kunci yang terbagi dalam 15 kategori, sehingga mengerucut menjadi 1,42 juta kicauan dalam 45 hari pemantauan.

"Isu yang ada lebih banyak persoalan politik, pencapresan, dan masalah Jakarta ada tapi sedikit," ujar Koesworo.

Riset ini hendak merangkum opini publik terhadap para capres dan kandidat capres, hasilnya isu yang muncul didominasi oleh politik dan pemilu itu sendiri.

"Kami tidak temukan yang menyangkut hal-hal substansial seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan. Kami tidak melihat percakapan itu," tutup Koesworo.

Pengumpulan data dilakukan oleh lembaga pemantau media Awesometrics, menunjukkan percakapan mengenai pencapresan dan percaturan politik untuk RI 1 sebesar 62,5 persen, kapabilitas capres 12,5 persen, berkaitan dengan lembaga negara seperti KPK atau DPR sebesar 11,3 persen, dan wacana khusus seperti wajib militer menempati 6,8 persen.

Sementara, kicauan publik terhadap para capres terkait isu-isu kebangsaan dan konstitusi hanya 0,4 persen. Isu kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan lebih kecil lagi, yaitu 0,2 persen dari 1,4 juta kicauan yang dipantau.

(erd/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini