Iqbal yang menderita luka di sekujur tubuh telah 3 hari dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara. Tangan kiri Iqbal masih digips dengan balutan menonjol besar. Luka di alat kelamin bocah tersebut juga belum sembuh.
"Saya tidak berlebihan mengatakan kalau perawatan RS ini kurang," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait di RSUD Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (15/3/2014).
Arist heran dengan bentuk gips menonjol dan tampak tak beraturan tersebut. "Gips ini tidak jelas kan? Buah zakarnya juga belum terawat dengan baik," ujar Arist.
Ia akan meminta penjelasan dari pihak RSUD Koja atas penanganan perawatan Iqbal. Menurutnya, setiap anak seharusnya diperlakukan sama dalam perawatan kesehatan meskipun identitasnya tidak jelas.
"Ini hak anak, hukumnya wajib mendapat perawatan maksimal. Terlepas ada KJS atau tidak," tutur pria yang mengenakan kemeja lengan pendek warna putih tersebut.
Di RSUD Koja, Iqbal dirawat bersama 5 pasien lainnya yang semuanya dewasa. Ia dirawat di gedung B ruang 506 lantai 5.
Arist lalu berencana memindahkan Iqbal ke rumah sakit lain. "Ada 3 rumah sakit yang sudah kita hubungi. 2 penuh, 1 lagi masih nunggu konfirmasi," ucapnya.
Rumah sakit yang ditunggu konfirmasinya, menurutnya adalah RS Gading, Jakarta Utara. Jika pihak RS Gading telah menginfokan ada kamar kosong, Iqbal akan segera dipindahkan.
"Sekarang masih nunggu info dari RS sana. Saya tadi mau nanya ke Dirutnya RS ini (RS Koja), tapi belum ketemu," tutupnya.
Kerabat Iqbal mengaku tak keberatan dengan rencana Arist tersebut. "Iya kami setuju saja asal itu yang terbaik," kata paman Iqbal, Ivan Arisandi.
(kff/aan)











































