"Domisili saya sebenarnya di Pekanbaru. Karena kondisi di sana sudah sangat berbahaya, saya pulang ke Sumatera Barat. Ternyata di sini juga sudah parah asapnya," kata salah seorang pembaca detikcom, Tasman Palimo saat dihubungi, Sabtu (15/3/2014).
Menurut Tasman, bau asap di desanya sama persis dengan yang ia hirup di Pekanbaru, Riau. Warga di desa yang berjarak 12 km dari Kota Batusangkar itu terpaksa harus menggunakan masker.
"Sepanjang perjalanan saya dari Pekanbaru, yaitu di Bukitinggi, Padang Panjang, Payahkumbuh sudah penuh asap. Jarak pandang sekitar 300 m," kata pria asli Sumbar ini.
Tasman yang sehari-hari bekerja di Pekanbaru ini berharap agar pemerintah juga memberikan perhatian lebih terhadap kabut asap di wilayahnya ini. Ia menduga ada aksi pembakaran hutan juga di Sumatera Barat.
"Konsen orang cuma di Pekanbaru, perhatikan juga lah di sini. Informasinya, kabut di Sumbar akibat pembakaran lahan di Riau dan Sumut. Tapi jarak Riau itu 300 km ke sini, saya tidak yakin murni dari sana. Bisa juga ada pembakaran hutan di Sumbar tapi belum terekspos," ujarnya.
(ndr/ndr)










































