Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dari hotspot dari satelit NOAA terlihat ada 16 titik yang terbakar yang terdiri dari daerah Bengkalis 3, Dumai 1, Inhil 11 dan Meranti 1.
"Kabut asap masih menyelimuti Riau khususnya Rohil, Bengkalis, Siak, Rohul, Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Inhil dan Inhu, bahkan sampai ke wilayah Sumatera Barat," jelas Sutopo lewat siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (15/3/2014).
Akibat dari kebakaran yang tidak kunjung padam, kualitas udara di Pekanbaru masih berbahaya. Dan jarak pandang di sana pagi ini masih 500 meter.
"Kualitas udara masih berbahaya, nilai ISPU di Bengkalis, Siak, Pekanbaru, Rohul, Kampar, Pelalawan, Kuansing > 300 psi. Sekolahpun masih diliburkan," jelasnya.
Bapak Presiden akan berkunjung ke Riau via Padang. Dari Padang menggunakan jalur darat ke Riau. Presiden akan melihat langsung operasi di lapangan dan setelah itu akan menyerahkan kepada Kepala BNPB.
Akan datang 1 brigade TNI sebanyak 2.500 personil dari Jakarta via Padang, terdiri dari 2 batalyon AD, 1 batalyon AU dan 1 batalyon AL untuk memperkuat pasukan kewilayahan di Riau dalam pemadaman titik api dan mempersempit ruang gerak para pembakar dan ilegal logging.
Untuk operasi terpadu mengatasi bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan, BNPB menyediakan anggaran Rp 500 milyar. Dana ini untuk operasi water bombing, modifikasi cuaca, operasional pengerahan pasukan dan pemadaman di darat, dan peralatan, logistik, transportasi dan lainnya.
(spt/rvk)











































