4 Reaksi Hafidt dan Sifa Setelah Bunuh Ade Sara

4 Reaksi Hafidt dan Sifa Setelah Bunuh Ade Sara

- detikNews
Sabtu, 15 Mar 2014 08:29 WIB
4 Reaksi Hafidt dan Sifa Setelah Bunuh Ade Sara
Jakarta - Ade Sara Angelina tewas di tangan mantan kekasihnya Imam Al- Hafitd Aso. Dia dianiaya oleh sang mantan karena masalah asmara. Dalam aksinya sang mantan dibantu pacar barunya Aasyifa Ramadhani alias Sifa.

Aksi kedua sejoli tersebut sangat sadis. Bahkan setelah membunuh Sara, mereka sempat tidur dengan jasad Sara. Lantas reaksi apa saja yang dilakukan Hafitd dan Sifa usai membunuh Ade Sara.

Berikut empat reaksi Hafitd dan Sifa usai membunuh Ade Sara yang dihimpun detikcom, Sabtu (15/3/2014).

Jual HP Sara untuk Beli Aki Mobil

Mobil Kia Visto yang dikendarai Ahmad Imam Al-Hafitd ASO alias Hafitd (19) mogok beberapa kali saat tengah membuang jenazah Ade Sara Angelina Suroto (19). Ia pun membeli aki baru.

Menurut Kasubag Humas Polres Kota Bekasi, Kompol Siswo, Hafitd menjual HP milik Sara untuk membeli aki tersebut. Hafitd mendapatkan Rp 4 juta dari penjualan HP itu.

"Tersangka Hafitd menjual HP milik korban ke ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat," ujar Siswo.

Siswo menuturkan, Hafitd menjual HP Sara pada pukul 10.00 WIB hari Rabu (5/3) atau 2,5 jam setelah jenazah Sara ditemukan oleh petugas derek Jasa Marga di pinggir tol Bintara KM 49.

"Uangnya untuk beli aki mobil yang sudah mogok sampai 3 kali," ujar Siswo.

Mobil Kia warna perak bernopol B 8328 JO yang dikemudikan Hafitd adalah tempat eksekusi Sara. Usai membunuh Sara, Hafitd dan Sifa membawa jenazah Sara berkeliling, yang kemudian dibuang di Tol Bintara. Selama perjalanan itu, mobil Hafitd mengalami mati mesin, ia kemudian meminta bantuan beberapa pengendara untuk mengisi ulang accu mobilnya hingga accu baru dibawa oleh teman Hafitd.

Jual HP Sara untuk Beli Aki Mobil

Mobil Kia Visto yang dikendarai Ahmad Imam Al-Hafitd ASO alias Hafitd (19) mogok beberapa kali saat tengah membuang jenazah Ade Sara Angelina Suroto (19). Ia pun membeli aki baru.

Menurut Kasubag Humas Polres Kota Bekasi, Kompol Siswo, Hafitd menjual HP milik Sara untuk membeli aki tersebut. Hafitd mendapatkan Rp 4 juta dari penjualan HP itu.

"Tersangka Hafitd menjual HP milik korban ke ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat," ujar Siswo.

Siswo menuturkan, Hafitd menjual HP Sara pada pukul 10.00 WIB hari Rabu (5/3) atau 2,5 jam setelah jenazah Sara ditemukan oleh petugas derek Jasa Marga di pinggir tol Bintara KM 49.

"Uangnya untuk beli aki mobil yang sudah mogok sampai 3 kali," ujar Siswo.

Mobil Kia warna perak bernopol B 8328 JO yang dikemudikan Hafitd adalah tempat eksekusi Sara. Usai membunuh Sara, Hafitd dan Sifa membawa jenazah Sara berkeliling, yang kemudian dibuang di Tol Bintara. Selama perjalanan itu, mobil Hafitd mengalami mati mesin, ia kemudian meminta bantuan beberapa pengendara untuk mengisi ulang accu mobilnya hingga accu baru dibawa oleh teman Hafitd.

Sempat Tidur Semobil dengan Mayat Sara

Setelah mengetahui Ade Sara Angelina Suroto (19) tewas, dua tersangka Ahmad Imam Al-Hafitd Aso (19) dan Aasyifa Ramadhani (19) tidak langsung membuang mayat korban. Bahkan kedua tersangka sempat tidur di dalam mobil Kia Visto B 8328 JO bersama jasad korban.

"Mereka sempat tidur di mobil. Nanti kita dalami lagi keterangan tersangka ini, di mana tidurnya," ujar Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus kepada wartawan, Jumat (14/3/2014).

Pengakuan kedua tersangka, Sara diketahui tewas pada Senin (3/3/2014) sekitar pukul 21.25 WIB. Setelah diketahui tewas, keduanya berencana melanjutkan perjalanan.

Sempat Tidur Semobil dengan Mayat Sara

Setelah mengetahui Ade Sara Angelina Suroto (19) tewas, dua tersangka Ahmad Imam Al-Hafitd Aso (19) dan Aasyifa Ramadhani (19) tidak langsung membuang mayat korban. Bahkan kedua tersangka sempat tidur di dalam mobil Kia Visto B 8328 JO bersama jasad korban.

"Mereka sempat tidur di mobil. Nanti kita dalami lagi keterangan tersangka ini, di mana tidurnya," ujar Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus kepada wartawan, Jumat (14/3/2014).

Pengakuan kedua tersangka, Sara diketahui tewas pada Senin (3/3/2014) sekitar pukul 21.25 WIB. Setelah diketahui tewas, keduanya berencana melanjutkan perjalanan.

Ketika Tahu Sara Tewas, Hafidt: Buang!

Kematian Ade Sara Angelina Suroto (19) usai dianiaya, diketahui pertama kali oleh Aasyifa Ramadhani (19). Sifa yang saat itu langsung memberitahu kekasihnya, Ahmad Imam Al-Hafitd Aso. Hafitd pun lantas merespon dengan mengatakan "buang"!

Pengakuan kedua tersangka, Sara tewas pada Senin 3 Maret 2014 sekitar pukul 21.25 WIB. Posisi kedua tersangka saat itu ada di dalam mobil, saat berhenti di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, mereka sempat berputar-putar dari tempat menjemput Sara di Gondangdia, lalu ke Menteng, lanjut ke Tamini-Cawang-Pramuka dan akhirnya sampai di Kemayoran. Selama perjalanan itu, Sara dianiaya dalam keadaan tidak berpakaian.

Kedua tersangka beralasan, menyuruh Sara melepas pakaiannya itu agar tidak melarikan diri. Sebelum diketahui tewas, Hafitd sempat menendang bagian leher Sara dengan kaki kirinya lalu memukuli dan menyetrumnya lagi. Sifa juga sempat ikut memukuli korban beberapa kali saat itu, hingga akhirnya Sifa memegang dada korban dan tidak ada denyut jantung saat itu.

Sifa kemudian memberitahu kepada Hafitd bahwa Sara sudah tidak bernyawa.

"Buang!" jawab Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus saat ditanya wartawan dengan menirukan keterangan Hafitd, di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Ketika Tahu Sara Tewas, Hafidt: Buang!

Kematian Ade Sara Angelina Suroto (19) usai dianiaya, diketahui pertama kali oleh Aasyifa Ramadhani (19). Sifa yang saat itu langsung memberitahu kekasihnya, Ahmad Imam Al-Hafitd Aso. Hafitd pun lantas merespon dengan mengatakan "buang"!

Pengakuan kedua tersangka, Sara tewas pada Senin 3 Maret 2014 sekitar pukul 21.25 WIB. Posisi kedua tersangka saat itu ada di dalam mobil, saat berhenti di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, mereka sempat berputar-putar dari tempat menjemput Sara di Gondangdia, lalu ke Menteng, lanjut ke Tamini-Cawang-Pramuka dan akhirnya sampai di Kemayoran. Selama perjalanan itu, Sara dianiaya dalam keadaan tidak berpakaian.

Kedua tersangka beralasan, menyuruh Sara melepas pakaiannya itu agar tidak melarikan diri. Sebelum diketahui tewas, Hafitd sempat menendang bagian leher Sara dengan kaki kirinya lalu memukuli dan menyetrumnya lagi. Sifa juga sempat ikut memukuli korban beberapa kali saat itu, hingga akhirnya Sifa memegang dada korban dan tidak ada denyut jantung saat itu.

Sifa kemudian memberitahu kepada Hafitd bahwa Sara sudah tidak bernyawa.

"Buang!" jawab Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus saat ditanya wartawan dengan menirukan keterangan Hafitd, di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Sifa Tersenyum di Polres Bekasi

Assyifa Ramadhani (Sifa) 'memamerkan' senyum saat difoto di ruangan Polres Bekasi Kota bersama kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd. Namun saat bertemu dengan orang tua, keduanya langsung menangis.

"Dua-duanya (Hafitd dan Sifa) itu, tadi peluk-pelukan di depan saya, nangis-nangis di Polda," tutur pengacara Sifa, Syafri Noer usai mendampingi orang tua Sifa dan Ibunda Hafitd bertemu keluarga korban di Jl Layur Blok ABCD, Rawamangun, Jaktim, Rabu (12/3/2014) malam.

Kedua tersangka ini juga meminta maaf karena perbuatannya menghabisi nyawa orang lain. "Rasa penyesalan itu kelihatan sekali," ujarnya.

Sifa Tersenyum di Polres Bekasi

Assyifa Ramadhani (Sifa) 'memamerkan' senyum saat difoto di ruangan Polres Bekasi Kota bersama kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd. Namun saat bertemu dengan orang tua, keduanya langsung menangis.

"Dua-duanya (Hafitd dan Sifa) itu, tadi peluk-pelukan di depan saya, nangis-nangis di Polda," tutur pengacara Sifa, Syafri Noer usai mendampingi orang tua Sifa dan Ibunda Hafitd bertemu keluarga korban di Jl Layur Blok ABCD, Rawamangun, Jaktim, Rabu (12/3/2014) malam.

Kedua tersangka ini juga meminta maaf karena perbuatannya menghabisi nyawa orang lain. "Rasa penyesalan itu kelihatan sekali," ujarnya.
Halaman 2 dari 10
(spt/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads