Bawaslu Gelar Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu

Bawaslu Gelar Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 20:50 WIB
Bawaslu Gelar Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar Apel Akbar Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemilu 2014 sekaligus melibatkan masyarakat untuk ikut menjadi pengawas pemilu.

Dalam acara yang digelar di Istora Senayan, Jumat (14/3/2014) ini, hampir sejuta relawan pemilu dari berbagai elemen seperti mahasiswa dan LSM serta relawan pemilu dari 33 provinsi seluruh Indonesia hadir dalam acara ini. Berpakaian batik, para relawan tersebut terlihat antusias menyaksikan acara yang digelar khusus untuk mereka ini.

"Gerakan ini ingin mengembalikan substasi persoalan pemilu pada masyarakat Indonesia. Selain itu kami ingin membuat bagaimana pemilu dapat memperlakukan rakyat secara manusiawi," ujar Nasrullah, komisioner bawaslu sekaligus dewan pembina gerakan sejuta pengawas pemilu dalam konferensi pers nya, Jumat (14/3/2014).

Turut hadir dalam acara ini para komisioner KPU dan Bawaslu seluruh provinsi se-Indonesia. "Sudah 611 ribuan yang bergabung dalam gerakan ini dan akan makin bertamah hingga pemilihan Capres dan Cawapres. Kami sama sekali tidak bisa membayar para relawan ini, karena menjadi relawan adalah niat murni dan tulus ingin berpatisipasi mensukseskan pemilu 2014," jelasnya.

Para relawan pengawas pemilu akan dibekali dengan pengetahuan untuk melaporkan adanya pelanggaran pemilu oleh peserta pemilu.

"Pembekalan akan dilakukan dengan tatap muka langsung yang dilakukan Panwaslu kabupaten/kota, Bawaslu provinsi, Bawaslu ataupun melalui modul yang dapat di unggah melalui situs bawaslu.go.id," ujar ketua Gerakan Sejuta Relawan, Yusfitriadi.

"Sudah saatnya masyarakat terlibat dalam pemilu, agar suara mereka tidak dimanfaatkan begitu saja. Dan stakeholder terkait juga dilibatkan dalam acara ini sebagai bentuk kepedulian mereka untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik," tutupnya.

(rni/rvk)


Berita Terkait