"Saya ingin menyatakan apa yang menyebabkan Jokowi punya daya tarik. Sederhana. Jokowi bertingkah laku dengan sederhana sebagaimana yang ada di pikiran rakyat kebanyakan," kata Anhar dalam diskusi soal tokoh muda di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Dalam sejarah akhir-akhir ini, jarang ditemui tokoh sederhana semacam itu. Kemudian muncul Jokowi yang mengenakan pakaian rakyat kebanyakan, bukan memakai safari seperti kebanyakan pejabat ketika menyambangi rakyatnya.
"Sudah berapa puluh tahun orang mau menjadikan tanah abang itu tidak macet. Itu keinginan rakyat yang sederhana. Dan Jokowi sudah melakukan itu," imbuh Anhar.
Anhar yang mengaku bukan sebagai pendukung Jokowi ini juga melihat daya tarik lain. Jokowi dikenal dekat lekat dengan ideologi Soekarno. Proklamator itu dinilai Anhar masih mempunyai daya tarik di mata masyarakat. Seperti diketahui, bahkan Jokowi menyempatkan nyekar ke makam Soekarno.
"Karena PDIP masih punya daya tarik. Di belakang PDIP masih ada ideologi Soekarno," kata Anhar.
Bahkan Anhar menilai Jokowi sebagai tokoh yang telah 'selesai dengan dirinya sendiri', artinya tidak lagi mengejar ambisi harta. Ini terbukti lewat pilihan Jokowi untuk tidak mengambil gaji jabatannya.
"Mudah-mudahan dugaan saya terhadap Jokowi itu benar," tandas Anhar.
(dnu/fiq)