"Harus diberi sanksi yang tegas dan keras," kata Dien di acara silaturahmi dengan KSAD dan komponen masyarakat di Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (14/3/2013).
Di kesempatan yang sama, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Muzadi mengatakan tindakan tersebut merupakan penurunan integritas bangsa. Pelakunya harus diberi sanksi keras.
" Video mesum saja tidak boleh, apalagi yang melakukannya itu tokoh-tokoh yang moralis. Dan itu adalah kecelakaan budaya kita yang selama beberapa waktu belakang ini marak," ucap Hasyim
Menurut Hasyim bukan hanya moralis yang berbuat amoral, tetapi juga para penegak hukum. Hal yang diperlukan saat ini adalah ilmu tata negara untuk meningkatkan integritas bangsa.
"Hakim diadili, jaksa dituntut, polisi ditangkap. Bukan hanya sektor kelompok agama, tapi juga kelompok hukum. Mau kyai mau hakim kalau dia berbuat amoral harus diadil," katanya.
Sebelumnya video mesum beredar dari ponsel ke ponsel di Bogor. Pemerannya adalah seorang pria dan 2 perempuan yang diduga berprofesi sebagai guru. Video tersebut berjudul '2 PNS Hebohkan Puncak'. Video berdurasi 6 menit itu diambil 2012 lalu di sebuah kawasan di Cisarua, Puncak.
Pemeran pria bernama SS diketahui merupakan ustaz kondang di kawasan itu. Dia juga memiliki berbagai jabatan baik di Majelis Ulama Bogor, Ketua DKM Baitul Faizin, dan juga Ketua BAZIS. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor sudah memecatnya dari seluruh jabatan yang dipegang SS.
(slm/rvk)











































