"Namun saya masih memberikan kesempatan satu dua hari ini untuk dilakukan peningkatan operasi tanggap darurat akan saya sampaikan apa yang akan kita lakukan secara bersama. Setelah saya mendengar langsung dari kepala BNPB situasi terkini, permasalahan yang dihadapi di depan, dan kemudian apa yang bisa dilakukan. Dari situ akan kami putuskan, akan saya putuskan, setelah mendengar rekomendasi dari semua apa saja yang mesti kita lakukan," tegas Presiden SBY, saat teleconference, dengan Wapres Boediono, Jumat (14/3/2014).
SBY juga memantau perkembangan reaksi masyarakat di sosial media terkait kebakaran lahan di Riau. Bagi SBY, kemarahan masyarkat atas kebakaran lahan di Riau masih bisa dimaklumi.
"Saya memantau terus sebenarnya, ribuan berita, keresahan, kemarahan dari saudara-saudara kita. Juga saya baca ada 9000 yang masuk di sosial media yang boleh dikatakan marah. Marahnya ada yang beralasan, ada yang kurang beralasan. Tapi itulah situasi yang kita hadapi," tuturnya.
SBY yakin penyebab kebakaran hutan di Riau mayoritas perbuatan manusia. Untuk itu dia meminta seluruh jajaran untuk mengatasi masalah ini dan mengimbau masyarakat supaya sadar jangan asal main bakar hutan saja.
"Tentu menjadi kewajiban saya sebagai presiden, para menteri semua untuk mengatasi apapun harus kita atasi, kita selesaikan. Tapi mari kita mendidik diri kita sendiri, bangsa ini ke depan agar kalau yang menyebabkan itu main bakar ya hentikan kebiasaan main bakar itu," pungkasnya.
(mpr/rvk)











































