Sandiwara ini terungkap dalam pemeriksaan lanjutkan kedua tersangka di ruang penyidik Unit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada Kamis 13 Maret 2014 kemarin.
Kepala Unit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Antonius Agus Rahmanto, mengungkapkan sandiwara itu dimulai ketika Sifa yang disuruh oleh Hafitd untuk memancing korban agar mau menemui kedua tersangka.
Dengan alasan bahwa Sifa akan ikut les bahasa Jerman, Sara pun akhirnya mau menemui Sifa. Pertemuan antara Sifa dan Sara terjadi di dekat Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2014) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Hafitd sudah menunggu di lokasi yang sama, di dalam mobil Kia Visto B 8328 JO.
"Kemudian mereka bertemu di Gondangdia. AS (Assyifa) mendekati korban dan mengajak korban masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada HF (Hafitd)," ujar Agus, di Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Setelah sempat berbincang-bincang, kedua pasangan ini kemudian mengantarkan Sara ke tempat les bahasa Jerman yang tidak jauh dari lokasi pertemuan. Mereka bertiga, tiba di lokasi les pada pukul 18.30 WIB, Senin 3 Maret 2014.
"Saat itu korban belum mengikuti les, karena jadwal lesnya sekitar pukul 19.00 WIB, lalu (korban) diajak pergi lagi namun saat itu sempat menolak karena mau les," imbuhnya.
Saat itulah, pasangan kekasih itu mulai bersandiwara. Sejoli itu berpura-pura bertengkar.
"Mereka lalu sandiwara, pura-pura sedang ribut. Kemudian HF menyuruh AS masuk ke dalam mobil, tetapi AS marah dan nggak mau diajak oleh HF dan mengatakan 'enggak mau kalau enggak sama Sara'," paparnya.
Melihat keduanya bertengkar, putri semata wayang pasangan Suroto dan Elisabeth Dian ini merasa peduli. Akhirnya, Sara pun masuk dalam perangkap maut kedua tersangka.
"Karena korban terenyuh dengan perkataan Sifa, akhirnya dia mau ikut ke dalam mobil," tuturnya.
Namun celakanya, Sara terperangkap dalam sandiwara mereka. Setelah masuk ke dalam mobil, Sara mulai dipukuli oleh kedua tersangka. Sara juga disetrum oleh kedua tersangka.
Tidak hanya itu, Sara juga dipaksa memakan lembaran tisu yang dia bawa di dalam tasnya, oleh tersangka Sifa. Hingga akhirnya, tersangka Sifa menyumpalkan kertas koran ke mulur Sara hingga akhirnya korban tewas.
(mei/aan)











































