6 Kode Jokowi Sebelum Akhirnya Jadi Capres PDIP

6 Kode Jokowi Sebelum Akhirnya Jadi Capres PDIP

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 16:55 WIB
6 Kode Jokowi Sebelum Akhirnya Jadi Capres PDIP
Jakarta - Tanda-tanda Jokowi positif mencalonkan diri dalam capres PDIP sudah terasa. Beberapa isyarat sudah terlihat saat Jokowi akan mendeklarasikan siap menjadi presiden.

Publik mulai merasakan sinyal-sinyal Jokowi akan mencapreskan diri dalam Pilpres 2014 mendatang. Jokowi mendeklarasikan diri menjadi capres PDIP di Rusun Marunda, di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, siang ini.

Kode-kode Jokowi sebelum mendeklrasikan diri menjadi capres itu dirangkum detikcom, Jumat (14/3/2014):

1. Sering Jalan Mega

Mega dan Jokowi sering meluangkan waktu bersama di berbagai kesempatan. Mulai sekedar makan malam bersama, makan siang bersama di warteg, menghadiri berbagai acara bersama, sampai menemani Jokowi blusukan.

Oleh banyak kalangan di internal PDIP, Mega dinilai sedang mendidik langsung Jokowi. Bahkan sejumlah elite PDIP tak ragu lagi Jokowi bakal jadi capres PDIP di 2014.

Terkait semakin intensnya pertemuan dengan Mega, Jokowi tak memungkiri. "Saya ngomong apa adanya saja, dua hari ketemu, malam juga ketemu," kata Jokowi saat berkunjung ke redaksi Trans TV di Jl. Kapten Tendean No 12-14A, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

1. Sering Jalan Mega

Mega dan Jokowi sering meluangkan waktu bersama di berbagai kesempatan. Mulai sekedar makan malam bersama, makan siang bersama di warteg, menghadiri berbagai acara bersama, sampai menemani Jokowi blusukan.

Oleh banyak kalangan di internal PDIP, Mega dinilai sedang mendidik langsung Jokowi. Bahkan sejumlah elite PDIP tak ragu lagi Jokowi bakal jadi capres PDIP di 2014.

Terkait semakin intensnya pertemuan dengan Mega, Jokowi tak memungkiri. "Saya ngomong apa adanya saja, dua hari ketemu, malam juga ketemu," kata Jokowi saat berkunjung ke redaksi Trans TV di Jl. Kapten Tendean No 12-14A, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

2. Sudah, Eh Belum

Teki-teki finalnya pencapresan Jokowi sudah terlihat. Jokowi  sempat keceplosan ucapan saat ditanya apakah sudah didaulat Mega jadi capres PDIP?

"Belum. Tanyakan ke Ibu Ketum, ke Ibu Mega, karena kewenangan ada di beliau," kata Jokowi saat ditanya apakah dirinya sudah resmi jadi capres PDIP dan tinggal menunggu deklarasi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3/2014).

Saat ditanya untuk kedua kalinya pun Jokowi enggan menjawab jelas. "Ya tanya ke pusat," katanya.

Nah saat ditanya ketiga kalinya, Jokowi sedikit memberi kode. "Apa bapak sudah tahu bakal dicapreskan PDIP?" tanya wartawan.

"Sudah, eh...belum...belum," kata Jokowi sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

2. Sudah, Eh Belum

Teki-teki finalnya pencapresan Jokowi sudah terlihat. Jokowi  sempat keceplosan ucapan saat ditanya apakah sudah didaulat Mega jadi capres PDIP?

"Belum. Tanyakan ke Ibu Ketum, ke Ibu Mega, karena kewenangan ada di beliau," kata Jokowi saat ditanya apakah dirinya sudah resmi jadi capres PDIP dan tinggal menunggu deklarasi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3/2014).

Saat ditanya untuk kedua kalinya pun Jokowi enggan menjawab jelas. "Ya tanya ke pusat," katanya.

Nah saat ditanya ketiga kalinya, Jokowi sedikit memberi kode. "Apa bapak sudah tahu bakal dicapreskan PDIP?" tanya wartawan.

"Sudah, eh...belum...belum," kata Jokowi sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

3. Ziarah

Tanda-tanda Jokowi akan nyapres juga terlihat saat Jokowi diajak Megawati ziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada Rabu (12/3/2014).

Jokowi menuturkan agendanya hanya ziarah dan mengaku tidak ada kaitannya dengan pilpres.

"Tadi sama Bu Mega saja. Ya ziarah aja," ujar Jokowi tentang acara ziarahnya tadi siang saat ditemui di diskusi NU ke-31 di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2014).

Jokowi menolak saat ditanya apakah ziarah yang dilakukan berkait dengan pencapresannya. Dia menegaskan hanya berdoa di makam Bung Karno. Soal apa, Jokowi memilih menjawab dengan senyuman.

"Masak sampai doanya kamu tanyakan. Ada-ada saja. Doa itu pribadi," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi memastikan kegiatan ziarah tadi tidak menggangu aktivitasnya di Jakarta. Tugas-tugasnya, lanjut Jokowi, sudah bisa diselesaikan sejak pagi tadi.

"Tadi ke kantor, terus jam 10, naik (terbang) terus balik lagi sore. Flight sejam saja kok," tegasnya.

3. Ziarah

Tanda-tanda Jokowi akan nyapres juga terlihat saat Jokowi diajak Megawati ziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada Rabu (12/3/2014).

Jokowi menuturkan agendanya hanya ziarah dan mengaku tidak ada kaitannya dengan pilpres.

"Tadi sama Bu Mega saja. Ya ziarah aja," ujar Jokowi tentang acara ziarahnya tadi siang saat ditemui di diskusi NU ke-31 di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2014).

Jokowi menolak saat ditanya apakah ziarah yang dilakukan berkait dengan pencapresannya. Dia menegaskan hanya berdoa di makam Bung Karno. Soal apa, Jokowi memilih menjawab dengan senyuman.

"Masak sampai doanya kamu tanyakan. Ada-ada saja. Doa itu pribadi," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi memastikan kegiatan ziarah tadi tidak menggangu aktivitasnya di Jakarta. Tugas-tugasnya, lanjut Jokowi, sudah bisa diselesaikan sejak pagi tadi.

"Tadi ke kantor, terus jam 10, naik (terbang) terus balik lagi sore. Flight sejam saja kok," tegasnya.

Mega Kumpulkan 60 Pengusaha

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan sekitar 75 undangan, sebanyak 60 orang di antaranya adalah pengusaha digelar tertutup, di kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jaksel, Kamis (13/3/2014) malam.

Setelah 1 jam, Mega yang memimpin rapat kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah kata kepada awak media.

"Ini pertemuan simpatisan-simpatisan PDI Perjuangan untuk mendukung kampanye. Pengusaha yang membantu proses kampanye kita. Kita berikan formulir dan nomor rekening," ucap Tjahjo Kumolo, Kamis (13/3/2014).

Mega Kumpulkan 60 Pengusaha

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan sekitar 75 undangan, sebanyak 60 orang di antaranya adalah pengusaha digelar tertutup, di kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jaksel, Kamis (13/3/2014) malam.

Setelah 1 jam, Mega yang memimpin rapat kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah kata kepada awak media.

"Ini pertemuan simpatisan-simpatisan PDI Perjuangan untuk mendukung kampanye. Pengusaha yang membantu proses kampanye kita. Kita berikan formulir dan nomor rekening," ucap Tjahjo Kumolo, Kamis (13/3/2014).

6. Kedatangan Pramono Anung dan Sidarto Danusubroto

Jokowi kedatangan tamu spesial Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Ketua MPR Sidarto Danusubroto Jumat (7/3/2014). Dua utusan Mega itu konon menyampaikan pesan pencapresan Jokowi yang sudah final. Kabarnya Pramono dan Sidarto membawa pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pramono dan Sidarto ke rumah dinas Jokowi dengan mobil Toyota Alphard warna hitam bernopol B 1171 SOD sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (7/3/2014). Mereka juga dikawal motor vooridjer bernopol RI 53. Keduanya meninggalkan kediaman Jokowi pukul 08.30 WIB.

Pramono dan Sidarto dikenal sebagai dua orang dekat Ketum PDIP Megawati Soekarnopturi. Isu yang berkembang, pertemuan itu membahas rencana deklarasi pencapresan Jokowi.

Namun Pramono langsung membantah isu tersebut. "Nggak ada, untuk urusan Pilpres semua diserahkan Ibu Megawati," kata Pramono Anung kepada detikcom, Jumat (7/3/2014).

Pramono lantas menyampaikan isi pertemuan itu. Rupanya dia menyampaikan undangan sejumlah universitas dan Pondok Pesantren di Jawa Timur yang ingin ketemu Jokowi.

"Betul, pagi ini saya silaturahim dengan Pak Jokowi sekaligus mengundang Pak Jokowi ke Jatim, karena banyak undangan dari perguruan tinggi dan pesantren agar Pak Jokowi ke Jawa Timur," jelasnya.

Kedatangan dua tamu penting itu membuat Jokowi yang biasa bersepeda di hari Jumat membatalkan kegiatan rutinnya itu. Setelah kedua tamunya pergi, Jokowi berangkat ke Balai Kota dengan menumpang bus Pemprov DKI Jakarta.

6. Kedatangan Pramono Anung dan Sidarto Danusubroto

Jokowi kedatangan tamu spesial Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Ketua MPR Sidarto Danusubroto Jumat (7/3/2014). Dua utusan Mega itu konon menyampaikan pesan pencapresan Jokowi yang sudah final. Kabarnya Pramono dan Sidarto membawa pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pramono dan Sidarto ke rumah dinas Jokowi dengan mobil Toyota Alphard warna hitam bernopol B 1171 SOD sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (7/3/2014). Mereka juga dikawal motor vooridjer bernopol RI 53. Keduanya meninggalkan kediaman Jokowi pukul 08.30 WIB.

Pramono dan Sidarto dikenal sebagai dua orang dekat Ketum PDIP Megawati Soekarnopturi. Isu yang berkembang, pertemuan itu membahas rencana deklarasi pencapresan Jokowi.

Namun Pramono langsung membantah isu tersebut. "Nggak ada, untuk urusan Pilpres semua diserahkan Ibu Megawati," kata Pramono Anung kepada detikcom, Jumat (7/3/2014).

Pramono lantas menyampaikan isi pertemuan itu. Rupanya dia menyampaikan undangan sejumlah universitas dan Pondok Pesantren di Jawa Timur yang ingin ketemu Jokowi.

"Betul, pagi ini saya silaturahim dengan Pak Jokowi sekaligus mengundang Pak Jokowi ke Jatim, karena banyak undangan dari perguruan tinggi dan pesantren agar Pak Jokowi ke Jawa Timur," jelasnya.

Kedatangan dua tamu penting itu membuat Jokowi yang biasa bersepeda di hari Jumat membatalkan kegiatan rutinnya itu. Setelah kedua tamunya pergi, Jokowi berangkat ke Balai Kota dengan menumpang bus Pemprov DKI Jakarta.

Pamit

Jokowi melempar kata-kata pamit pada anak buahnya merupakan tanda-tanda pencapresan dirinya.

"Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," kata Jokowi di depan ratusan PNS DKI di Balaikota, Senin (10/3/2014) kemarin.

Bukan main-main, pesan 'pamit' itu disampaikan Jokowi dua kali saat memberikan pengarahan ke PNS DKI yang terbagi dalam dua sesi. Pertama, pengarahan ke PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Pembangunan. Kedua, kepada PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian

Jokowi menutup dua pengarahan itu dengan kalimat yang sama. "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ucapnya.

Namun seolah tak ingin pernyataannya jadi bola liar, Jokowi langsung mengklarifikasi. Jokowi langsung bilang bahwa dirinya hanya melempar pernyataan spontan saja, tidak ada niat pamit dari posisi Gubernur DKI.

Pamit

Jokowi melempar kata-kata pamit pada anak buahnya merupakan tanda-tanda pencapresan dirinya.

"Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," kata Jokowi di depan ratusan PNS DKI di Balaikota, Senin (10/3/2014) kemarin.

Bukan main-main, pesan 'pamit' itu disampaikan Jokowi dua kali saat memberikan pengarahan ke PNS DKI yang terbagi dalam dua sesi. Pertama, pengarahan ke PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Pembangunan. Kedua, kepada PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian

Jokowi menutup dua pengarahan itu dengan kalimat yang sama. "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ucapnya.

Namun seolah tak ingin pernyataannya jadi bola liar, Jokowi langsung mengklarifikasi. Jokowi langsung bilang bahwa dirinya hanya melempar pernyataan spontan saja, tidak ada niat pamit dari posisi Gubernur DKI.
Halaman 2 dari 14
(nik/try)



Berita Terkait