Marwah Minta Kader Golkar yang Dipecat Bisa Calonkan Diri

Marwah Minta Kader Golkar yang Dipecat Bisa Calonkan Diri

- detikNews
Rabu, 08 Des 2004 18:17 WIB
Jakarta - Marwah Daud Ibrahim, salah satu Ketua DPP Golkar mengusulkan agar aturan pencalonan Ketua Umum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII yang akan diadakan di Bali, 15-20 Desember 2004 mendatang, bersifat fleksibel. Kader Golkar yang pernah dikenai sanksi harus diberi peluang untuk maju. "Aturannya lebih baik dibuat fleksibel atau longgar. Sepanjang keluarga besar Golkar berhak dicalonkan. Biar Munas sendiri yang memilih. Teman-teman kemarin yang dikenakan sanksi diberikan peluang untuk pembelaan dan biar Munas sendiri yang memberikan keputusan." Demikian disampaikan Marwah kepada wartawan usai launching buku biografinya berjudul "Bintang dari Timur", di Hotel Nikko, Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2004). Hadir antara lain Nurul Arifin dan penulis buku Suradi SS. Petinggi Golkar tak ada yang menghadiri acara itu. Acara sendiri yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB baru dimulai pukul 15.30 WIB.Marwah menjelaskan, bila pemilihan Ketua Umum Golkar bersikap terbuka tokoh yang akan muncul yakni Surya Paloh, Wiranto dan Jusuf Kalla. Sedangkan bila bersifat tertutup maka yang akan muncul Akbar Tandjung, Agung Laksono dan Marwah sendiri. Dari kandidat yang muncul, dinilai Marwah belum ada lawan terberat bagi dirinya. Semua masih mempunyai peluang yang sama. Marwah menyatakan akan membangun koalisi dengan semua kandidat yang muncul. "Saya belum melihat siapa lawan terberat. Semua masih sama," ujarnya saat ditanya siapa di antara kandidat yang akan menjadi lawan berat dirinya. Perempuan yang identik dengan dukungan Indonesia Timur itu optimis akan mempunyai peluang besar untuk menang. Marwah mengklaim dukungan kepada dirinya tak hanya berasal dari kawasan timur Indonesia, namun juga dari Aceh, Jabar dan Jateng. "Dari 7 Ketua Umum Golkar sejak berdiri, 6 di antaranya dari bagian tengah Indonesia. Terakhir bagian barat Indonesia yaitu Akbar Tandjung. Teman-teman berharap sekarang ini adalah calon dari wilayah Timur yaitu saya dan Jusuf Kalla," demikian Marwah. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads