Protes Pemindahan TPS, 14 Warga Cipinang Melayu Kubur Diri

Protes Pemindahan TPS, 14 Warga Cipinang Melayu Kubur Diri

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 15:57 WIB
Protes Pemindahan TPS, 14 Warga Cipinang Melayu Kubur Diri
Jakarta - 14 Orang warga Tanah Galian Kelurahan Cipinang Melayu, Jaktim, melakukan aksi kubur diri di kawasan tersebut. Mereka menolak TPS di lokasi mereka dipindahkan ke Kelurahan Halim.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (14/3/2014). Ada 14 lubang yang sudah disiapkan di kawasan tersebut. 14 Warga pria kemudian masuk ke dalam lubang tersebut. Sebelum ditimbun sebuah triplek dipasang di sekitar kepala warga. Kemudian tanah diuruk menutupi triplek tersebut.

Sebuah keranda juga terlihat di samping warga yang melakukan aksi ini. Daun-daun ditabur di sekitar kepala warga ini. Terlihat puluhan warga berkerumun melihat aksi warga tersebut.

Ketua Paguyuban Cipinang Melayu Theodorus mengatakan, pada dua pemilu lalu yaitu pilpres 2009 dan juga pemilihan gubernur Jakarta kawasan ini memiliki TPS sendiri. Namun mengapa pada pilpres 2014 tidak ada TPS di lokasi ini.

"Kita pemilu dua kali, pas pilpres 2009 sama pas pilgub ya di sini. Tapi kenapa tiba-tiba TPS yang berkaitan dengan surat suara dipindankan ke kelurahan Halim ?. Kami takut ada kecurangan, ada oknum yang main," katanya.

Selain kecurangan, Theodorus juga mengatakan lokasi TPS di Halim cukup jauh dari tempat mereka. "Selain itu lokasinya cukup jauh," katanya.

Sebelumnya sekitar 200-an orang warga Tanah Galian pernah kantor KPU di Menteng, Jakpus, pada Selasa (4/3) lalu. Mereka menolak TPS di lokasi mereka dipindahkan ke Kelurahan Halim.

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Selasa (4/3/2014). Mereka datang menggunakan 7 metromini dan 4 kopaja. Peserta demo adalah bapak-bapak, ibu termasuk remaja.

Dalam aksinya, mereka mengatasnamakan 200 warga Tanah Galian, Cipinang Melayu Jaktim menyebut ingin ikut berpartisipasi dalam pemilu 2014. Namun KPU memindahkan TPS mereka ke Kelurahan Halim PK.

Keputusan KPU itu dianggap tanpa sosialisasi sementara pemilu tinggal sekitar sebulan lagi. Mereka pun mengancam golput jika TPS dipindahkan.

(nal/try)


Berita Terkait