Kepastian pencapresan Jokowi cukup memakan waktu. Sebab Megawati berulang kali tidak memberi kepastian soal maju tidaknya Jokowi. Mega-Jokowi memang kerap muncul di publik berbarengan mulai akhir tahun 2013.
Meski selalu bersama, Mega emoh menjawab soal kans Jokowi saat ditanya wartawan. "Yang akan mengukuhkan ketum, bolak-balik ditanya, tunggu dengan sabar," ujar Mega menjawab kans pencalonan Jokowi di Pilpres pada Sabtu 30 November 2013.
Berbagai survei yang dilaksanakan lembaga survei memang menunjukkan potensi perolehan suara PDIP bila mengusung Jokowi menjadi presiden. Meski tak tegas soal Jokowi, para petinggi PDIP menyebut hasil survei menjadi masukan untuk partai.
Pencalonan Jokowi makin terang benderang ketika Mega mengajak Jokowi ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur pada 11 Maret 2014. Kepergian di hari kerja ini membuat spekulasi Mega memberi restu kepada mantan Wali Kota Solo.
Hari ini di tengah blusukannya di Marunda, Jakarta Utara, Jokowi menyatakan kesiapannya menjadi capres PDIP. "Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jadi capres. Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan," kata Jokowi, Jumat (14/3/2014)
Megawati menetapkan Jokowi dengan mandat yang ditulis tangan. Mandat ini dibacakan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP Lenteng Agung Jaksel.
"Saya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kepada seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai mata hati keadilan dan kejujuran dimanapun kalian berada! Dukung Bapak Joko Widodo sebagai capres dari Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan jaga dan amankan jalannya pemilu legislatif-terutama di tps2 dan proses penghitungan yang berjalan dari segala bentuk kecurangan dan intimidasi, teguh dan tegarkan hati dalam mengawal demokrasi di RI," begitu mandat Mega.
(fer/van)











































