Merasa Bukan Caleg Cabe-cabean, Destiara Talita Buktikan dengan Ini

Tren Caleg Cabe-cabean

Merasa Bukan Caleg Cabe-cabean, Destiara Talita Buktikan dengan Ini

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 14:56 WIB
Merasa Bukan Caleg Cabe-cabean, Destiara Talita Buktikan dengan Ini
(Foto: Koleksi Destiara Talita)
Jakarta - Artis cantik dan seksi Destiara Talita yang menjadi calon legislator (Caleg) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengaku kurang suka dengan munculnya istilah caleg cabe-cabean.

Istilah caleg cabe-cabean mendekati pemilu legislatif April mendatang sering dipakai di kalangan tim sukses. Konotasi istilah ini tidak bagus karena dipakai untuk membedakan dan mengetahui kualitas caleg benaran dan yang "karbitan".

Destiara mengemukakan alasan ketidaksukaannya dengan istilah caleg cabe-cabean apabila istilah tersebut ditujukan kepada dirinya. "Gak tahu itu ditujuin termasuk ke saya atau yang caleg-caleg artis gitu kan. Kita punya program, visi misi ke depan bagaimana, gak cuma modal popularitas sama tampang aja,” ujarnya kepada detikcom, Kamis (13/03/2014). “Kalau untuk pemanis aja sih gak juga ya," Destiara menambahkan.

Caleg berusia 25 tahun yang akrab disapa Tata ini lantas mengatakan, anggota DPR RI yang ideal yaitu yang menepati janji-janjinya jika berhasil menjadi anggota DPR. Bekerja dengan bagus, tidak sering bolos serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.



"Yang jelas, kalau nanti jadi (anggota DPR), sesuai dengan janji-janjinya, ditepati, kerjanya bagus, gak sering bolos, yang penting memperjuangkan aspirasi masyarakat, gak mentingin diri sendiri, dan gak korupsi,” tutur Destiara menguraikan.

Destiara, yang foto-fotonya pernah tampil di majalah pria dewasa ini menilai anggota DPR yang saat ini sedang menjabat, belum sesuai harapan masyarakat. Sebab, hasil kerjanya belum kelihatan dengan jelas dan tidak terlalu berefek pada masyarakat.

"Kalau menurut saya sendiri, belum karena memang belum kelihatan jelas yang mereka hasilkan apa aja, yang masyarakat tahu yang jelek-jeleknya saja," kata caleg untuk daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu ini.

"Kita gak tahu yang mereka hasilkan itu memang ada, cuma gak terlalu berefek banyak bagi masyarakat,” kata Destiara meneruskan.

Calon legislator dinilai harus kompeten dan tidak hanya mengandalkan tampang untuk menarik perhatian masyarakat pemilih. Adanya istilah caleg cabe-cabean karena dipengaruhi tidak berkualitasnya individu caleg dan sekedar dijadikan pemanis partai politik.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menyebut partai politik harus mengakui kalau gagal merekrut kadernya. Dengan cara instan, sulit bagi parpol menemukan karakter kader yang tangguh dan paham dengan persoalan konstituen.

“Parpol itu tidak sabar. Caleg kayak gitu kan cuma pemanis, jadi penarik suara, modal cantik. Saya lihat itu jadi casing doang tapi baterenya enggak berkualitas,” kata Ari kepada detikcom, Kamis (13/03/2014), tanpa menyebut caleg yang dimaksudnya itu.

(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads