Sara Disuruh Lepas Pakaian Saat Dianiaya Hafitd dan Sifa

Sara Disuruh Lepas Pakaian Saat Dianiaya Hafitd dan Sifa

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 14:57 WIB
Jakarta - Selain menganiaya Ade Sara Angelina Suroto (19), dua tersangka pembunuhan, Ahmad Imam Al-Hafitd Aso alias Hafitd dan Aasyifa Ramadhani alias Sifa sempat menyuruh mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu untuk melepas bajunya. Ini dilakukan agar korban tidak melarikan diri.

Hal ini terungkap dalam pemeriksaan lanjutan kedua tersangka di ruang penyidik Unit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (13/3/2014) kemarin.

"Dalam pemeriksaan terungkap, korban disuruh buka baju dan yang buka korban sendiri. Ditanyakan (oleh penyidik) kenapa buka baju, alasannya supaya Ade Sara nggak lari, kalau lari nanti kan dia malu (dalam kondisi tidak berpakaian)," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Rikwanto mengungkapkan, saat itu Ade Sara mengenakan kemeja putih dan rok hitam. "Tinggal pakaian dalam saja (setelah bajunya terlepas)," imbuhnya.

Rikwanto mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika mereka berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya keduanya sempat mengantarkan korban ke tempat les bahasa Jerman, Senin (3/3) malam.

Adapun, Hafitd dan Sifa sempat berputar-putar dengan mobil Kia Visto dari Gondangdia-Menteng-Tamini-Cawang-Pramuka-Kemayoran-Utan panjang-ITC Cempaka Mas-Salemba-Bintara-Pulogebang.

Sementara itu, Kanit V Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus Rahmanto mengungkapkan, korban cukup lama tidak mengenakan baju selama mereka berkeliling dengan mobil Kia Visto.

"Korban baru dipakaikan kembali baju oleh Sifa setelah diketahui korban sudah tidak bernyawa," ujar Agus.

Agus menambahkan, Ade Sara dipakaikan kembali bajunya oleh Sifa ketika keduanya berada di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban diperkirakan tewas di Kemayoran, pada Selasa (4/3/2014) sekitar pukul 21.25 WIB.

"Ketika di Kemayoran itu, mobilnya sudah berhenti 3 kali dan ketika mobil berhenti itu, korban sudah meninggal," ucap Agus.

Ketika mobilnya mogok itu, Hafitd sempat menghubungi temannya Galang dan Aldi untuk membantu meng-jumper Accu mobilnya.

Kedua saksi yang merupakan teman satu kampus dengan Hafitd ini, sempat menanyakan korban yang tengah tergeletak ditutupi kain pashmina di jok belakang mobil tersebut.



(mei/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads