"Kita menyesalkan di tengah konsolidiasi yang kita bangun dalam memenangkan pileg," ujar Wasekjen Golkar Tantowi Yahya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (14/3/2014).
Padahal menurut Tantowi, selama ini Akbar Tandjung selalu menegaskan kepada para kader Golkar agar fokus konsentrasi pada pemenangan pileg dan pilpres untuk Aburizal Bakrie. "Namun demikian Golkar tidak bisa menahan hak dan kehendak politik kadernya," terangnya.
"Silahkan saja. Siapa pun yang ingin maju ke pilpres silahkan saja namun Golkar hanya mengusung Pak Aburizal Bakrie. Jika ada parpol yang meminang kader Golkar tentu saja kita tidak bisa menahan, bahkan bangga kadernya diminati," tambahnya.
Namun ada peraturan dalam Golkar yang mewajibkan kadernya untuk meninggalkan jabatan struktural dalam kepartaian jika maju dari partai lain, dan itu berlaku juga bagi Akbar Tandjung yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
"Kalau di DPR misalnya akan harus mundur atau PAW," kata Tantowi.
Beberapa waktu lalu Akbar Tandjung 'mendeklarasikan' diirinya untuk siap maju sebagai cawapres jika dilamar oleh partai lain. Akbar menyebut partai yang cocok berpasangan dengan dirinya adalah partai yang berplatform nasionalis.
"Saya menyatakan kesiapan saya menjadi cawapres dari capres yang bersih. Saya menyatakan bahwa lebih dekat kepada partai yang berplatform nasional tapi punya pengalaman bekerjasama. Di PDIP, kami pernah membangun koalisi kebangsaan dan tidak mengurangi kehormatan saya pada partai-partai lain," tutur Akbar.
(fiq/gah)











































