"Pelaku merusakkan sepeda motor milik pacarnya. Sang pacar meminta pelaku untuk mengganti sepeda motor yang dirusak," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Doddy Ferdinand Sanjaya, kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jumat (14/3/2014).
AS yang mengenal Johanna lewat facebook itu kebingungan akhirnya memutar otak. Tiba-tiba terbersit ide di kepala AR sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Johanna pada 6 Maret untuk diajak jalan-jalan ke Pamulang.
"Padahal maksud utama AS adalah untuk mencuri sepeda motor milik korban. Setelah menghubungi lewat facebook tanggal 6, akhirnya pada 9 Maret mereka bertemu dengan cara Johanna menjemput AS ke rumahnya," kata Doddy.
Usai membunuh Johanna, AS membawa motor tersebut pulang dan ditinggal di depan tambal ban dengan tujuan agar tak ketahuan orangtua serta tetangga.
"Motor itu dicuri dengan maksud untuk dijual, dengan tujuan untuk mengganti kerusakan motor sang kekasih," sambungnya.
Namun, belum sempat sepeda motor itu terjual, kabar kematian Johanna telah menyebar ke lingkungan tempat tinggal AS. Dia pun makin panik saat keluarga Johanna menemukan sepeda motor honda Vario yang dipakai Johanna tergeletak begitu saja tak jauh dari rumah pelaku.
"Saat itu kecurigaan belum mengarah ke pelaku. Polisi akhirnya baru mencurigai keterlibatan AS setelah jenazah korban ditemukan di Pamulang serta mengecek hasil percakapan korban dengan pelaku di Facebook. Dari situ akhirnya polisi dapat mengungkap siapa pelaku pembunuh korban," tutup Doddy.
(aan/asy)











































