"Banyak orang-orang kita terkena kasus-kasus korupsi jelas berdampak ke partai. Ini yang menurut kami membuat kita sempoyongan, tapi belum jatuh. Kami tidak muluk, Pak SBY canangkan ke kita dulu 21%, sekarang kita 15%, 3 besar sudah baik oleh karena itu, kami kembali lagi menggalang kesatuan kita mendekati rakyat," kata Sutan saat dihubungi wartawan, Jumat (14/3/2014).
Sutan menuturkan bahwa PD terus bangkit dengan mensosialisasikan program pro rakyat kepada masyarakat. Program-program seperti PNPM, KUR, BOS, dan Raskin sudah menyentuh masyarakat.
"Makanya nanti di iklan kita, slogannya 'Beri Bukti Bukan Janji'. Kan kemarin elektabilitas 10,4% di SMRC. Ini yang kita pegang. Target 15% target wajar-wajar saja," ujar Ketua Komisi VII DPR ini.
Sutan mengakui bahwa naiknya elektabilitas PD belum signifikan setelah SBY menjabat sebagai Ketum sejak setahun lalu. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh isu yang terus dilempar mantan Ketum PD yang telah ditahan oleh KPK.
"Bagaimana Pak SBY mau angkat suaranya kalau kader-kader diisukan demikian. Pak Anas meski sudah lepas dari Demokrat tapi dia buat isu juga. Jadi menurut saya, satu kelemahan dari PD adalah tidak punya media," kata Sutan.
Ia yakin bahwa PD sebagai partai besar tak akan jatuh setelah merebut kejayaan pada Pemilu sebelumnya. "Partai besar yang sudah kadung besar, kalau turun ke bawah tidak akan terjun bebas. Kita lihat Golkar dihajar ini itu, tetap bisa nomor 2," imbuhnya.
Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 6-20 Desember 2012 silam mencatat lonjakan Partai Gerindra dan penurunan suara PD. Perolehan suara PD kala itu sampai tinggal 8%, nyaris disalip Gerindra yang mendekati 7%. Sementara Golkar masih kokoh di puncak dengan 21% suara dibuntuti PDIP dengan 18% suara. PKB menutup 5 besar parpol saat itu dengan raihan 5%.
Setahun berselang, peta kekuatan parpol sudah berubah cukup drastis. Perolehan suara PD naik lebih dari 3 persen. Berdasarkan survei SMRC pada Februari 2014, PD kini berada di urutan ketiga dengan mengantongi suara 10,4%.
Sementara di posisi puncak klasemen sudah terjadi perubahan peta. PDIP kini memimpin dengan 16,5% disusul Golkar dengan raihan 15% suara.
(trq/trq)











































