Kabut Asap, Warga Bengkalis Riau Gelar Istisqa

Kabut Asap, Warga Bengkalis Riau Gelar Istisqa

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 13:04 WIB
Kabut Asap, Warga Bengkalis Riau Gelar Istisqa
Kabut asap di Pekanbaru
Jakarta - Kebakaran lahan yang melanda di kawasan Riau, sejak Januari 2014 belum bisa dipadamkan. Kebakaran menyebabkan tingkat kepekatan asap di Kota Riau semakin mencemaskan.

Tercatat ada ribuan penduduk di Bengkalis, Riau, yang terjangkit ISPA akibat polusi asap kebakaran hutan.

"Di Bengkalis diperkirakan 1.000-2.000 jiwa terkena ISPA atau sekitar 0,3 persennya dari total 600 ribu penduduk Bengkalis," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo, kepada detikcom, Jumat (14/3/2014).

Di Bengkalis, tingkat kepekatan udara yang cukup tinggi akibat asap kebakaran hutan terjadi di Kecamatan Mandau. Sementara kecamatan lainnya, hampir merata.

Polres Bengkalis, Polda Riau, Kodim dan Pemerintah Daerah Riau serta mitra kehutanan saat ini masih terus berkonsentrasi untuk melakukan pemadaman dengan pola deteksi, cegah tangkal dan penindakan.

"Ada 550 personel gabungan POLRI/TNI, pihak kehutanan dan BPBD serta masyarakat peduli api yang berada dalam 2 pos penting melaksanakan berbagai upaya reaktif untuk menangani kebakaran lahan dan hutan," jelas Andry.

Pemadaman api, lanjutnya, terkonsentrasi di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Mandau yang berbatasan dengan Dumai.

Di samping itu, Kepolisian Resor Bengkalis juga terus memburu pelaku pembakaran lahan dan hutan. Polres Bengkalis sudah menangkap 16 tersangka terkait pembakaran lahan tersebut.

Masyarakat Bengkalis bersama Pemkot dan juga elemen masyarakat lainnya juga menggelar ritual keagamaan agar kebakaran hutan bisa cepat dipadamkan.

"Kita juga telah melakukan kegiatanย Istisqa dan berbagai upaya ahar hujan dapat turun segera ke bumi Riau," imbuhnya.

Sementara itu, Andry mengungkapkan, ke depan harus ada penataan lingkungan hidup yang lebih baik agar lahan gambur tidak kekeringan.

"Harus banyak area yang digunakan untuk hutan serapan air . Hutan dan tanaman pangan, sehingga akan mencegah potensi kekeringan dan kebakaran lebih dahsyat di masa datang," tuturnya.


(mei/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads