Tren Caleg Cabe-cabean

Artis Seksi Destiara Talita Ogah Disebut Caleg Cabe-cabean

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2014 11:34 WIB
(Foto: Koleksi Destiara Talita)
Jakarta - Suara bernada terkejut terlontar dari artis cantik dan seksi Destiara Talita. Destiara, yang menjadi calon legislator (Caleg) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tak dapat menyembunyikan kekagetannya ketika detikcom memintai komentarnya ihwal muculnya istilah caleg cabe-cabean.

Caleg berusia 25 tahun yang akrab disapa Tata ini mengaku belum mengetahui tentang adanya istilah caleg cabe-cabean. Bahkan, istilah tersebut baru pertama ini ia dengar.

“Caleg cabe-cabean? Ada-ada aja deh. Kalau cabe-cabean kan memang lagi ngetren, tapi caleg cabe-cabean baru denger ini. Belum pernah tahu,” tuturnya kepada detikcom, Kamis (13/03/2014).

Destiara mengungkapkan ketidaksukaannya dengan istilah caleg cabe-cabean. Baginya, istilah cabe-cabean memiliki konotasi yang kurang bagus. Ia mengaku memiliki program dan visi misi ke depan sebagai seorang caleg. Tidak hanya mengandalkan popularitas dan paras cantik saja.



“Saya kurang suka aja kalau dibilang ada caleg yang kayak gitu, gak tahu itu ditujuin termasuk ke saya atau yang caleg-caleg artis gitu kan," ujarnya.

Caleg untuk daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu ini membeberkan," Yang jelaskan untuk caleg yang dari sananya sudah terkenal, parasnya bisa dibilang cantik kalau wanita ya, ya mau gimana lagi, tapi kan kita punya program, visi misi ke depan bagaimana, gak cuma modal popularitas sama tampang aja.”

Untuk itu, Destiara menegaskan sikap tidak setuju pada penggunaan istilah caleg cabe-cabean tersebut. Sebab, untuk dapat duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ia juga punya usaha untuk mewujudkannnya.

“Kalau untuk pemanis aja sih gak juga ya, karena kita juga kan ada usahanya lah untuk masuk juga, maksudnya kita punya program juga, visi misi juga, gak modal tampang lah,” kata Destiara menegaskan.

Istilah caleg cabe-cabean jelang pemilu legislatif 2014 sering dipakai di kalangan tim sukses. Konotasi kata ini dipakai untuk membedakan dan mengetahui kualitas caleg benaran dan yang "cabe-cabean".

Dosen Universitas Paramadina, Novriantoni Kahar mengatakan biasanya tim sukses memiliki kriteria caleg yang diinginkan agar bisa sejalan strategi kampanyenya. Hal ini berdasarkan pengakuan rekannya yang bagian dari tim sukses salah seorang caleg DPR.

Istilah ini sebenarnya sudah ada sejak Pemilu lima tahun lalu. Tapi, muncul plesetannya baru tahun ini karena sejumlah tim sukses yang memulainya. "Ini kan cuma lucu-lucuan saja. Istilahnya ini dari temenku yang jadi tim sukses. Dia lihat dinamika di lapangan seperti itu. Ya akhirnya curhat sama aku,” kata Novri kepada detikcom, Kamis (13/03/2014).



(brn/brn)