"Prajurit pasti bahagia karena selama ini bila ke PBB belum pernah naik (panser) ini, terlebih kita bangga karena ini buatan dalam negeri," kata Moeldoko dalam sambutannya pada acara serah terima panser Anoa di kawasan Indonesian Peace and Security Centre (IPSC) di Bukit Santi Dharma Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul, Bogor, Jumat (14/3/2014).
24 panser Anoa APS-2 (6x6) ini merupakan buatan PT Pindad, Bandung. Serah terima dilakukan dengan Dirut PT Pindad, Tri Harjono.
Kendaraan tempur ini akan digunakan untuk Satgas Batalyon Komposit TNI Kontigen Garuda (Konga) XXXV-B/UNAMID (United Nation Mission in Darfur).
Pasukan ini akan bertugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB selama 1 tahun di wilayah Darfur, Sudan.
Karena menggunakan kendaraan dalam negeri, Moeldoko berharap para prajurit akan memasarkan kendaraan tersebut pada negara lain. Dengan keamanan dan kenyamana dirasakan, bukan hal sulit memasarkannya.
"Nanti dengan bangga mereka bisa bilang ini buatan kami sendiri. Dan prajurit juga punya misi. Bisa bilang pada prajurit lain, kalau beli tidak perlu jauh-jauh punya kami saja," lanjutnya.
Menurut Dirut PT Pindad, Tri Handjono untuk setiap unit Panser Anoa APS-2 (6x6), TNI mengeluarkan anggaran Rp 8 hingga 10 miliar. Anggaran ini sudah termasuk dengan segala peralatan tempur yang turut dilekatkan pada kendaraan.
Kendaraan ini akan diberangkatkan bersama 800 prajurit TNI ke Darfur, Sudan pada bulan Juli. Selain itu, TNI juga masih mengkaji permintaan PBB untuk menambah armada dengan pesawat hercules C-130.
"Ada permintaan Sekjen PBB bisa mengirim pesawat Hercules C 130 namun saat ini masih dikaji. Bila ada kendaraan perang yang mengalami kerusakan, maka nanti akan diganti oleh PBB," pungkasnya.
Usai melakukan serah terima, Moeldoko dan sejumlah petinggi TNI mengecek kondisi panser. Ia bahkan sempat masuk ke dalam mobil untuk mengecek kondisi dan kenyamanan kendaraan untuk prajurit yang akan bertugas.
Jenis panser ini antara lain Panser angkut personel, ambulans, recovery, komando dan angkut logistik. Panser ini juga digunakan untuk pengamanan tamu-tamu penting atau kunjungan Presiden ke luar kota.
(bil/fdn)










































