Menurut Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kualitas udara di sebagian besar wilayah di tanah melayu itu berada di level berbahaya. Jarak pandang pun terbatas, hanya mencapai 300 meter.
"Kondisi kualitas udara sudah pada level berbahaya di sebagian besar daerah di Riau," kata Sutopo melalui pesan singkat, Jumat (14/3/2014).
Satgas penanggulangan bencana di Riau ini mengerahkan satu pesawat Hercules C-130 dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk memodifikasi cuaca di Riau. Sementara di darat, alat ground based generator system sprayer di Bandara SSK II Pekanbaru dioperasikan.
"Untuk mengurangi kepekatan asap sehingga diharapkan jarak pandang lebih baik dan penerbangan dapat dilakukan," kata Sutopo.
Sementara itu, satgas penegakan hukum mengerahkan 582 personelnya dari Polri, Kemenhut, dan Kemtan serta Pemprov Riau memburu pelaku pembakaran lahan atau hutan yang masih berkeliaran. Terakhir dikabarkan sudah 40 orang ditetap sebagai tersangka pembakaran lahan.
"Penegakan hukum diterapkan agar mengurangi resiko bencana dan mitigasi, sehingga ruang gerak individu atau kelompok yang membakar tidak leluasa," ujar Sutopo.
(vid/fdn)











































