"Andaikan memang benar status Pak Presiden, ini sangat kita dukung. Soalnya kita sudah terlalu lama menderita karena asap," kata Hasmi Syafruddin seorang warga Pekanbaru kepada detikcom, Kamis (13/3/2014) malam.
Sedangkan menurut sebuah LSM bidang sosial masyarakat dan advokasi publik, Rawa El Amady menyatakan sudah selayaknya Presiden ambil alih penanganan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena dampak kabut asap telah membuat hampir 50.000 warga Riau terserang penyakit.
"Dampaknya sudah sangat luas, 7 kabupaten meliburkan siswanya sampai mahasiswanya. Ini kan sangat luar biasa, sampai sektor pendidikan kita lumpuh. Jadi sudah seharusnya Presiden yang ambil alih," kata Rawa terpisah.
Bagi Rawa, pernyataan SBY terkait kinerja pemerintah Riau dan menteri terkait menangani kabut asap menjadi peringatan. Padahal status siaga tanggap darurat kebakaran lahan dan kabut asap telah berlangsung selama 15 hari.
"Ini juga tamparan buat menteri terkait yang mungkin kurang respon atas penderitaan rakyat Riau," kata Rawa
(cha/vid)











































