Informasi dihimpun detikcom, aksi penembakan ini terjadi pada Kamis (13/3/2014) sekitar pukul 22.30 WIB saat oknum polisi dan tiga warga terlibat pesta minuman keras jenis tuak. Saat itu, mereka terlibat obrolan. Namun obrolan itu menyinggung anggota polisi yang disebut-sebut bernama Toni.
Merasa tersinggung, antara Toni dan dua warga tersebut sempat terjadi pertengkaran. Toni sempat dibacok dilengannya sehingga ia mengeluarkan senjata api untuk melindungi dirinya dan menembak warga tersebut.
Dua warga terkena tembakan masing-masing Baihaqi (40) terkena tembakan di paha dan Syarial terkena di dada. Sedangkan satu warga lainnya Herman (33) mengalami luka bacok di tubuhnya. Usai menembak dua warga, Toni berusaha melarikan diri namun dikejar warga. Ia kemudian dibacok berkali-kali hingga meninggal dunia dan jasadnya hingga Jumat (14/3/2014) dini hari masih divisum di Kamar Jenazah RSUD Zainal Abidin Banda Aceh.
Sementara dua warga yang terkena tembakan yaitu Baihaqi dan Herman masih di rawat di RSUZA. Kondisi keduanya kritis. Sedangkan Herman di rawat di salah satu rumah sakit di Aceh Besar.
Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. Polisi hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara. "Kami belum bisa memberikan keterangan. Masih dilakukan olah TKP," kata Wakapolres Aceh Besar, di RSUZA, Banda Aceh.
Sejumlah aparat kepolisian masih berjaga-jaga di depan kamar jenazah RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh. Sejumlah keluarga korban tampak berdatangan ke ruang jenazah.
(vid/vid)










































