"Gue (saya) aja yang dulu dukung dia, sekarang nggak setuju," kata Boy di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Boy yang juga Wakil Ketua DPRD DKI ini keberatan dengan aksi marah Ahok kepada jajaran bawahannya di depan pengusaha yang ingin menghibahkan bus. Boy mengkritisi, pajak reklame seharusnya memang dikenakan kepada para penghibah itu jika ingin memasang iklan di bus yang telah ikhlas dihibahkan.
"Ahok mau menunjukan ke pengusaha bahwa dia jagoan. Kemarahan Ahok nggak tepat. Ahok kayak jagoan saja, masih banyak yang lebih 'gila' dari dia," nilai Boy.
Lalu bagaimana jika Ahok naik menjadi Gubernur DKI jika kelak Gubernur DKI Joko Widodo menjadi presiden? Apakah Boy tetap tidak setuju?
"Kamu tanya ke rakyat," jawab Boy.
Kemarahan Ahok yang diwarnai dengan aksi gebrak meja itu terjadi pada Selasa (11/3) di Balai Kota Jakarta. Ahok marah sambil menunjuk-nunjuk Kepala BPKD Endang Widjajanti, Kepala Dinas Pajak Iwan Setiawandi, Kepala Biro Hukum Sri Rahayu, dan Asisten Sekda Bidang Pembangunan Wiryatmoko.
(dnu/trq)











































