Suciwati cs Kecewa, SBY Cuma Beri Harapan Kosong Soal Munir
Rabu, 08 Des 2004 16:10 WIB
Jakarta - Istri Munir, Suciwati menyatakan kecewa terhadap keputusan Presiden SBY yang menolak tim investigasi yang diajukan Kontras, Imparsial, dan keluarga Munir."Saya kecewa. SBY cuma memberikan harapan kosong, pura-pura peduli," tukas Suci kepada wartawan usai menghadiri jumpa pers di Kantor Imparsial jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2004). Setelah mengungkapkan kekesalannya, Suciwati langsung meninggalkan kerumunan wartawan.Dalam jumpa pers, Suci didampingi Direktur Eksekutif Imparsial Rahlan Nasidik, Koordinator Kontras Usman Hamid, dan Koordinator Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin."Kesalahan besar Presiden adalah, dia telah memberi harapan kosong pada keluarga Munir dan kepada kami semua untuk membentuk tim ini. Dalam pertemuan mereka dengan Presiden beberapa waktu lalu, Presiden telah memberikan isyarat yang sangat kuat akan memberikan dukungan kepada tim yang diusulkan," ujar Rahlan.Pihaknya, lanjut dia, telah menyampaikan kalau tim ini sama sekali tidak dimaksudkan mengambil alih kerja polisi. Tim ini justru dimaksudkan untuk mem-back up kerja polisi. Tim ini menjadi representasi langsung otoritas Presiden dalam mengetahui duduk perkara kejadian meninggalnya Munir yang diduga kuat diracun."Apabila kemudian alasan yang diberikan Presiden kalau tim ini tidak dibentuk semata-mata karena polisi sudah bekerja, buat saya itu sama sekali tidak menunjukkan perhatian Presiden seperti yang ditunjukkan kepada kami," tukas Rahlan."Sangat jelas kalau Presiden merasa ragu terhadap apa yang diusulkan, maka harusnya presiden tidak meminta kami untuk mengeluarkan konsep beserta nama-nama sebagai anggota tim. Jadi kami sungguh kecewa," lanjutnya.Ditanya mengenai tanggapan Komnas HAM dalam kasus Munir, Usman mengimbuhkan, sudah menjadi komitmen Komnas HAM untuk tidak pernah memberikan komentar satupun mengenai kasus tersebut."Bahkan Komnas HAM hanya mengirimkan satu surat penolakan untuk dilibatkan dalam tim investigasi kasus Munir," kata Usman. Sedangkan Rafendi menambahkan kalau Komnas PBB akan membahas masalah Munir lebih lanjut.
(sss/)










































