"Saat ini kami telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Gunung Sindur dan Polres Jaksel untuk mengungkap kasus ini," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Doddy Ferdinand Sanjaya saat dihubungi, Kamis (13/3/2014).
Hingga saat ini pihaknya masih belum dapat memberikan kepastian terkait hasil visum hingga pemeriksaan beberapa saksi-saksi yang telah dimintai keterangan. "Saat ini masih dikembangkan, kita belum bisa berspekulasi atau menduga-duga kan," jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun, Johanna diketahui berangkat dari rumahnya di Perum Griya Indah RT 05 RW 15 Gunung Sindur, Bogor pada Minggu (9/3) memakai sepeda motor berjenis Honda Vario. Namun hingga Senin (10/3) gadis berusia 14 tahun itu tak kunjung pulang.
Betapa terkejutnya kedua orangtua Johanna saat dikabari bahwa jasad anaknya ditemukan telah membusuk dengan 3 tusukan di perut di semak-semak tak jauh dari Pom Bensin Parakan. Sementara sepeda motor Johanna ditemukan di wilayah Gunung Sindur bersama sebilah pisau yang masih berlumuran darah, sebuah dompet dan tas.
Sementara Hp yang biasa dipakai Johanna hingga saat ini belum ditemukan. Barang bukti tersebut saat ini diamankan di Polsek Gunung Sindur.
(rni/rvk)











































